Langsung ke konten utama

Catatan Materi Peran Orangtua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Kita awali dulu dengan definisi fitrah, menurut ust.Harry Santosa fitrah adalah apa yang menjadi kejadian atau bawaan manusia sejak lahir. Pengertian fitrah secara sistematik berhubungan dengan hal penciptaan (bawaan) sesuatu sebagai bagian dari potensi yang dimiliki. Sedangkan fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Bagi manusia, jenis kelamin atau gender akan berkembang menjadi peran seksualitas. Bagi anak perempuan akan menjadi peran keperempuanan dan kebundaan sejati. Bagi anak lelaki menjadi peran kelelakian dan keayahan sejati.

Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir dan agar fitrah ini tumbuh, maka sosok ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak-anak sejak lahir sampai aqil baligh. Tujuan pendidikan fitrah seksualitas ini adalah:

1. Anak mengetahui identitas seksualnya

2. Anak mampu berperan sesuai dengan identitasnya

3. Anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual

Apabila anak-anak usia dini jauh dari orangtuanya baik karena perang, bencana alam, perceraian, boarding school dll maka riset membuktikan bahwa mereka akan banyak mengalami gangguan kejiwaan seperti:

- Perasaan terasing

- Perasaan kehilangan attachment

- Depresi

- Saat dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, dan sebaginya.

Tahapan Pendidikan Fitrah seksualitas

Usia 0-2 tahun: dekatkan anak pada ibunya karena anak masih menyusu pada ibunya. Menyusui adalah pondasi penguatan konsepsi semua fitrah.

Peran orangtua dalam merawat fitrah seksualitas pada anak usia 0-2 tahun:

1. Memberikan hak menyusui eksklusif kepada anak tanpa gangguan

2. Membiasakan anak untuk menghargai diri dengan mengganti pakaian atau menyusui ditempat tertutup

3. Orang tua mengenalkan alat vital dan fungsinya kepada anak secara sederhana

4. Ibu, ayah ataupun pengasuh meminta izin ke anak saat akan menyentuh alat vital ketika membersihkan alat kelamin. Dan memberi tahu alasan kenapa alat vital harus dibersihkan

5. Mulai mengajari anak tentang jenis kelamin orang-orang disekitarnya

6. Bermain peran bersama Ayah dan Bunda untuk menjalin kelekatan

Pendidikan fitrah seksualitas pada anak usia 3-6 tahun

Pendidikan fitrah seksualitas pada anak usia 7-10 tahun

Tahap ini merupakan usia dimana anak-anak menyiapkan diri mereka untuk baligh serta merupakan tahap menumbuhkan identitas menjadi potensi. Anak usia ini sudah punya tanggungjawab moral. Tahap ini juga merupakan masa self regulation & self confident. Anak-anak usia ini sudah memiliki keyakinan konsep diri sebagai lelaki dan sebagai perempuan. Pada lingkungan sosialnya, anak mulai membangun aktualisasi potensi diri sebagai lelaki atau potensi diri sebagai perempuan.

Pendidikan fitrah seksualitas pada anak usia 10-14 tahun (Fase Mukalaf)

Pada fase ini, anak-anak sudah mulai memasuki tahap aqil baligh yang artinya organ-organ reproduksinya sudah lebih matang. Anak laki-laki usia ini sudah lebih matang sikap kelaki-lakiannya dan anak perempuan sudah lebih matang sikap ke-perempuanan-nya. Anak seusia ini sudah mulai bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Anak juga sudah memasuki fase tertarik dengan lawan jenis dan tertarik kepada pernikahan

Peran orangtua dalam mengembangkan fitrah seksualitas anak usia 10-14 tahun:

1. Berbicara kepada anak-anak tentang bagaimana reproduksi itu. Dari mulai kesehatan, penyimpangan, hal yang tidak boleh dilakukan atau dihindari untuk mencegah pelecehan seksual

2. Pada usia ini anak laki-laki di dekatkan dengan ibunya. Ibunya berperan memberikan bahasa cinta kepada anak laki-laki untuk lebih mengerti sikap dan perasaan perempuan agar siap menjadi imam yang baik

3. Pada usia ini anak perempuan di dekatkan dengan ayahnya. Ayahnya berperan menjadi cinta pertama dan mengajarkan bagaimana sikap laki-laki yang baik agar anak perempuannya mendapat imam yang tepat

4. Anak usia ini diajarkan mandiri. Ayah dan ibu harus lebih tega. Misalnya anak-anak merantau atau mengajarkan mengelola keuangan sendiri.

5. Menjadi teman berdiskusi anak tentang bagaimana berumah tangga dan sikap sebagai seorang suami dan istri agar anak-anak lebih terbuka pemikirannya sampai waktunya

6. Memisahkan tempat tidur anak dari orang tua ataupun saudaranya yang berbeda lawan jenis

Pendidikan fitrah seksualitas pada usia lebih dari 14 tahun (Post Aqil Baligh)

Fase ini adalah tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Tahap ini adalah masa Aqil Baligh dimana anak bukan lagi anak-anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati/menjadi ibu sejati.

Indikator apabila fitrah seksualitas tumbuh kokoh dan sempurna

- Usia 3 tahun sudah jelas identitasnya, kelekatan terbangun kuat bukan hanya bonding

- Ayah jadi figur idola anak lelaki, Ibu jadi idola figur anak perempuan. Kelekatan dan cinta terbangun semakin kuat (usia 7-10 th)

- Menghayati peran seksualitas masing-masing (10-14th)

- Mampu menjadi Ayah sejati dan Ibu sejati dengan kemampuan mendidik yang baik (>14 th)

- Sadar gender, bangga dan tegas akan gendernya

- Siap menyambut pernikahan (>14 th)

- Beradab dan berakhlak yang baik pada pasangan dan keturunan (>14 th)

Dampak jika fitrah seksualitas tidak dirawat dengan baik

- Penyimpangan seksualitas

- Tidak cakap berperan menjadi ayah dan tidak cakap berperan menjadi ibu

- Terjadinya tindak kejahatan seksual pada anak

- Fitrah gender anak-anak tidak tumbuh semestinya

- Tidak memahami perbedaan peran sosial lelaki dan perempuan

- Jika anak perempuan tidak didekatkan dengan ayahnya dan anak laki-laki ke ibunya maka anak tidak memperoleh idola lawan jenis pertama dari orang terdekatnya (10-14th)


Sumber Referensi:

Live streaming dan slide materi "Peran Orangtua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas" dari kelompok 12 regional Depok kelas Bunda Sayang batch 6


#Hari ke-8

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#topik5menjagadiridarikejahatanseksual

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...