Artikel sebelumnya membahas mengenai banyaknya sumber informasi seks yang beredar saat ini. Namun apabila anak mendapat informasi seks yang salah tersebut tanpa pendampingan orangtua, maka hal ini akan menyebabkan berbagai dampak buruk bagi anak-anak. Berikut dampak buruknya bagi anak yaitu:
1. Memicu tindakan tanpa tanggungjawab
Apabila anak-anak melihat adegan seks atau hal-hal yang mengandung penyimpangan seksual lainnya, maka hal tersebut akan menjadi memori yang terekam dalam pikiran bawah sadar mereka bahwa seks itu boleh dilakukan kapan saja dengan siapa saja.
2. Banyaknya kasus pelecehan seksual
Menurut suatu penelitian, anak dibawah 14 tahun yang melihat hubungan seks maka ditemukan bahwa mereka lebih banyak terlibat dalam penyimpangan seksual terutama perkosaan. Dalam penelitian tersebut pula diungkapkan bahwa lebih dari sepertiga pelaku pelecehan seksual pada anak dan pelaku pemerkosaan mengaku bahwa mereka melakukannya karena terangsang dengan adegan seks yang dilihatnya sebelumnya baik dari film, komik, game dan sebagainya. Parahnya kebiasaan mengkonsumsi pornografi dapat menyebabkan perilaku kecanduan yang semakin kuat dan semakin bertambah. Seseorang yang telah kecanduan pornografi maka ia sudah tidak puas dengan bentuk pornografi yang lembut melainkan ia memiliki keinginan kuat untuk melihat pornografi yang mengarah pada penyimpangan dan kekerasan seksual.
3. Mendorong anak melakukan tindakan seksual terhadap anak lain
Banyak penelitian yang mengemukakan bahwa pornografi dapat mendorong anak-anak yang biasa melihatnya untuk melakukan tindakan seksual terhadap anak yang lebih muda, kecil dan lemah. Terlebih karakteristik anak-anak yang masih sering meniru apa yang dibaca, dilihat atau didengarnya. Para ahli dibidang kejahatan seksual terhadap anak menyatakan bahwa aktivitas seksual pada anak yang belum dewasa disebabkan oleh 2 kemungkinan yaitu pengalaman dan melihat. Hal ini berarti anak-anak yang menyimpang secara seksual sering melihat adegan seks tanpa penjelasan ilmiah yang selalu membangkitkan birahinya dan menimbulkan kecanduan.
4. Mempengaruhi pembentukan sikap, nilai, dan perilaku
Foto, video, majalah, komik, game, dan situs internet yang menunjukan perkosaan dan tindakan tak berperikemanusiaan pada wanita dalam adegan seksual, maka dapat menjadi alat perusak bagi pendidikan seks. Dampak buruknya bagi anak yang sering mengkonsumsi pornografi tersebut adalah terjadinya perubahan perilaku yaitu anak menjadi terbayang-bayang tentang adegan seks yang dilihatnya hingga mempengaruhi perilakunya. Misalnya apabila anak melihat bagian aurat wanita yang tersingkap, maka pikirannya kemana-mana. Dampak terburuknya adalah terjadinya perkosaan karena pelaku tidak tahan dengan dorongan seksualnya sendiri.
5. Menggangu jati diri dan perkembangan anak
Apabila anak sering melihat penyimpangan seksual, maka hal tersebut akan menjadi memori yang tersimpan dalam otaknya dan menjadi bagian tetap dalam orientasi seksualnya yang dapat mempengaruhi jati dirinya sebagai anak-anak serta mempengaruhi perkembangan anak sesuai usianya.
#Hari ke-5
#tantangan15hari
#zona7pendidikanseksualitas
#topik5menjagadiridarikejahatanseksual
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Komentar
Posting Komentar