Langsung ke konten utama

Catatan Materi Pemahaman Perbedaan Gender kepada Anak

Definisi gender secara umum adalah identifikasi perbedaan laik-laki dan perempuan dari segi sosial dan budaya. Women’s Studies Encyclopedia menjabarkan bahwa gender adalah suatu konsep kultural yang berkembang dalam masyarakat, yang berupaya membuat pembedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional. Gender berbeda dengan seks, definisi seks seperti disampaikan pada artikel-artikel sebelumnya adalah pembagian 2 jenis kelamin yang ditentukan dari segi biologis, yaitu laki-laki dan perempuan berdasarkan apa yang sudah diciptakan oleh Allah swt. Seks bersifat permanen dan tidak dapat dipertukarkan karena sudah menjadi pemberian dari Allah swt.

Pentingnya mengenalkan gender kepada anak:

1. Anak mampu memahami identitas gendernya sendiri

2. Agar anak mengetahui area-area pribadi tubuhnya yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain

3. Paham peran dan tanggung jawab yang berbeda dari keduanya

4. Agar orientasi seksualnya benar

5. Tahu cara berinteraksi dengan lawan jenis, memahami perasaannya, bagaimana berperilaku, dan bersikap

6. Agar bisa berempati pada lawan jenis dan pasangannya kelak; perempuan dapat memahami laki-laki dan sebaliknya, istri memahami suami dan sebaliknya

7. Anak diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga anak akan diterima di lingkungan sosial bahkan anak akan mudah untuk bersosialisasi.

8. Anak-anak yang tidak paham akan perbedaan gender pada saat dewasa berpeluang besar memiliki masalah sosial dan penyimpangan seksualitas.

Tahapan mengenalkan gender kepada anak

Strategi dalam mengenalkan perbedaan gender kepada anak

1. Modelling

Metode ini berupa cara memperlihatkan model teladan kepada anak seperti kegiatan ibu mencuci, memasak, dan menyapu yang terkadang digantikan oleh ayah sewaktu-waktu maka hal tersebut tertanam dalam pikiran anak bahwa pekerjaan domestik tidak hanya dapat dikerjakan oleh perempuan melainkan juga oleh laki-laki

2. Metode perlakuan

Metode ini dapat dilakukan apabila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan sosial budaya yang berlaku di masyarakat. Misalnya pandangan masyarakat yang menyatakan bahwa anak laki-laki tidak boleh menangis, padahal menangis adalah sebuah ungkapan perasaan yang tak terucap yang dapat dilakukan oleh perempuan maupun laki-laki. Sehingga baiknya orangtua jangan melarang anak laki-lakinya menangis namun sebaiknya orangtua berempati dan berusaha memahami apa yang dirasakan oleh anaknya.

3. Metode Permainan Peran

Metode ini dapat membuat anak mampu mengenali jati dirinya sendiri, dapat mengembangkan fantasinya, dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya.

Hal yang boleh dan tidak boleh dalam memberikan pemahaman gender kepada anak:

1. Pendekatan melalui komunikasi kepada anak dengan bahasa yang dapat dimengerti. Ajarkan hal yang benar, jawab dengan jujur dan benar bila anak bertanya

2. Berikan alasan yang logis terkait mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan

3. Bila pengenalan gender dilakukan melalui permainan, maka penekanannya adalah pada tugas dan tanggung jawabnya

4. Tanamkan sikap saling menghargai dan menghormati antar jenis kelamin

5. Jangan menganggap bahwa masalah gender adalah masalah yang belum saatnya untuk dibicarakan dengan anak, suatu hal yang baru, atau bahkan tabu

6. Jangan biarkan kurangnya kemauan orang tua untuk belajar soal memahamkan gender sehingga pemahaman yang diberikan kepada anak seringkali keliru atau jangan sampai anak mendapat pemahaman gender dari sumber informasi yang salah

sumber referensi:

Live streaming dan Slide Materi "Pemahaman Perbedaan Gender" dari kelompok 1 (Aceh, Ambon, Bali, Balikpapan dan Bangka Belitung) Kelas Bunda Sayang batch 6


 #Hari ke-6

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#topik5menjagadiridarikejahatanseksual

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...