Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Waspada Tanda Bahaya pada Bayi Kuning

Kadar bilirubin yang tinggi melebihi nilai normal tanpa penanganan maka akan beresiko menimbulkan kernicterus yaitu kerusakan otak akibat bilirubin yang berlebihan tersebut beredar menembus melewati sawar darah-otak. Akibatnya bayi akan mengalami kejang dan beresiko terjadi palsi serebral (keterbelakangan mental dan gangguan motorik) serta gangguan penglihatan/pendengaran yang suit dikembalikan fungsinya. Breastfeeding jaundice dan breastmilk jaundice  dapat dikategorikan kuning yang normal dan tak perlu dikhawatirkan.  Breastfeeding jaundice disebabkan oleh asupan ASI yang kurang memadai untuk bayi di masa-masa awal menyusui. Sedangkan   breastmilk jaundice  ditemui pada bayi yang mendapat konsumsi ASI yang cukup namun kuning dipengaruhi oleh zat yang ada dalam ASI sang ibu. Umumnya kuning pada  Breastmilk jaundice dicurigai pada bayi yang kuning menetap lebih dari 2 minggu, bayi tampak sehat (berat badan bayi naik sesuai seharusnya), pola buang air keci...

Cara Mengatasi Bayi Kuning di Masa Awal Menyusui

Istilah medis bayi kuning adalah icterus atau jaundice akibat hiperbilirubinemia yaitu tingginya kadar bilirubin dalam darah dan jaringan tubuh. Selain disebabkan oleh organ hati bayi yang belum berkembang sempurna untuk membuang bilirubin, kondisi kuning pada bayi juga dipengaruhi oleh pemberian ASI di masa-masa awal menyusi. Bayi kuning di masa awal menyusui dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Breastfeeding jaundice dimana kondisi kuning ditemukan di usia bayi hari ke-2 atau ke-3 setelah lahir dan Breastmilk jaundice dimana kondisi kuning ditemukan pada akhir minggu pertama kelahiran. Breastfeeding jaundice disebabkan oleh asupan ASI yang kurang memadai untuk bayi karena produksi ASI memang masih sangat sedikit pada hari-hari awal kelahiran bayi. Akibatnya bayi mengalami kekurangan asupan makanan dari ASI sehingga bilirubin yang sudah mencapai usus tidak dapat dikeluarkan melalui anus bersama makanan akhirnya kadar bilirubin meningkat dalam tubuh dan menyebabkan kondisi kuning pada b...

Normalkah kuning pada bayi baru lahir?

Kuning pada bayi baru lahir disebabkan oleh kadar bilirubin (biasanya bilirubin indirek) yang tinggi. hal tersebut disebabkan karena hati bayi belum mampu membuang bilirubin secara sempurna. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang membuang bilirubin tersebut, sedangkan setelah lahir bayi harus mampu membuang bilirubinnya sendiri. Namun hati bayi masih dalam proses perkembangan untuk melakukan hal tersebut sehingga wajar masih ditemukan kondisi kuning pada bayi baru lahir akibat kadar bilirubin yang melebihi ambang batas normal. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut jaundice atau icterus . Terdapat sekitar  60% bayi baru lahir mengalami kuning dan umumnya kuning terjadi berurutan dari kepala sampai kaki. Apabila terjadi pada usia 2-14 hari maka kondisi tersebut masih dapat dikatakan hal yang normal. Kadar tertinggi bilirubin pada bayi biasanya terjadi pada usia 3-5 hari. Kondisi kuning pada bayi yang tidak wajar adalah apabila kuning terjadi dalam 24 jam pertama k...

Bayi Baru Lahir Menangis tanpa Henti, Bagaimana Menyikapinya?

Teringat dahulu saat kelahiran anak pertama kami, Rumaisha Khoirotun Hisan membuat kami harus terjaga di malam hari selama 2,5 bulan. Hampir setiap hari kami baru bisa tidur malam jam 5 subuh. Sepanjang malam baby Rumaisha menangis tiada henti. Hal tersebut membuat kami stres sebagai orangtua baru. Belum lagi omongan dari orangtua kami yang mengira ASI saya kurang untuk sang baby sehingga abah saya menawarkan untuk membelikan susu formula untuk si baby. Mereka mengira baby menangis karena kehausan akibat ASI yang keluar sedikit. Tapi kami berdua tetap sepakat untuk memberikan ASI kepada baby Rumaisha sesulit apapun kondisi saat itu.  Memang tidak semua tangisan bayi dapat diterjemahkan, tapi bayi baru lahir yang menangis tiada henti belum tentu berarti ia kehausan karena ASInya kurang. Walaupun di masa awal kelahiran produksi ASI para ibu masih sangat sedikit. Hal itu karena menyesuaikan lembung bayi yang berukuran sangat kecil, sehingga wajar produksi ASI sang ibu masih sangat sed...

Mitos vs fakta: nafas bayi berbunyi grok grok

Terkadang terdengar bunyi nafas bayi baru lahir "Grok-grok" saat bayi tidur, saat ia terjaga atau saat ia minum ASI. Hal ini tentu membuat para orangutan khawatir bahkan cemas dengan kondisi sang bayi sehingga membuat para orangtua memeriksakan bayinya ke dokter. Bahkan ada mitos yang beredar terkait kondisi ini sehingga membuat orangtua menjadi lebih khawatir.  Mitos: Nafas bayi berbunyi grok-grok karena meminum air ketuban yang tidak tuntas dibersihkan saat bayi lahir atau akibat bidan/dokter tidak membersihkan lendir dengan baik saat bayi lahir. Faktanya adalah bunyi grok-grok saat bayi bernafas adalah hal yang normal. Hal tersebut disebabkan saat bayi lahir saluran nafasnya masih sangat sempit dan bayi masih dalam tahap belajar untuk menelan produksi ludahnya sendiri serta bayi belum mampu mengeluarkan bersin/lendirnya sendiri. Sehingga menyebabkan penumpukan lendir/ludah yang menyumbat saluran nafas bayi dan membuat bunyi nafasnya grok-grok. Namun seiringnya waktu, ukura...

Family Project Lebaran Trip ke rumah keluarga

Setelah project bebersih rumah selesai, kami rencanakan project baru lagi yaitu perjalanan di hari lebaran untuk berkunjung ke rumah saudara dan kerabat. Malam harinya kami diskusikan kembali bersama anak-anak terkait project ini. Mereka antusias sekali untuk melakukan Lebaran Trip esok harinya. Kami menyampaikan beberapa peran yang dapat dipilih dan diambil sesuai keinginan/peran yang disukai/peran yang membahagiakan. Insight dari bu Septi dan pak Dodik adalah dalam menjalankan family project diperlukan berbagi peran bahagia bukan berbagi beban. Mengambil peran yang membahagiakan bukan memberi peran kepada orang yang kita pilih karena mengambil peran artinya ia memilih aktivitas yang ia sukai sehingga dapat membahagiakan dirinya sedangkan memberi peran artinya kita memaksakan sesuatu kepada orang tersebut tanpa tau apakah aktivita itu disukai atau tidak disukainya. Apabila aktivitas itu ternyata tidak ia sukai maka ia akan menjalankan aktivitas tersebut sebagai beban sehingga tidak me...

Family Project Bebersih Rumah Sambut Lebaran

Pekan terakhir bulan Ramadhan tahun ini menjadi awal bagi keluarga kami untuk menjalankan family project secara bersama. Kami terinspirasi dari keluarga bu Septi dan pak Dodik serta keluarga mbak Ressy Laila dan mbak Betty Arianti. Kami mengawali family project ini dengan kegiatan sederhana yaitu membersihkan rumah untuk menyambut lebaran.  Malam hari saat kami kumpul bareng setelah shalat maghrib, kami mengobrol bareng tentang rencana family project ini. Kami bersama anak-anak saling berdiskusi bersama, walaupun anak-anak masih balita tapi mereka cukup antusias ikut serta untuk menjalankan project bersama. Kami sampaikan kepada anak-anak bahwa besok keluarga kita akan menjalankan family project berupa membersihkan rumah dalam rangka menyambut lebaran idul fitri 1422H. Kemudian kami berbagi peran dalam menjalankan family project ini. Ternyata anak-anak juga memilih dan mengambil peran yang mereka sukai untuk dilakukan esok saat family project berlangsung. Kaka Rumaisha memilih pera...

Family project "Congklak Reborn"

Kami sepakat menjalankan family project untuk menghidupkan kembali permainan tradisional. Family project awal ini kami sepakati untuk bermain congklak. Permainan dengan papan berisi beberapa cekungan disertai biji-bijian. Cukup lama untuk mencari dimana toko yang menjual permainan congklak di kota kami. Akhirnya setelah mencari-cari, saya mendapatkan informasi dari media sosial bahwa ada toko mainan yang menjual congklak ini. Tak menunggu lama, suami pun langsung menuju kesana dan membeli permainan tradisional ini.  Kami pun berencana pergi ke taman tepian depan kantor Gubernur Kaltim hari ahad besok pagi. Kami berbagi peran malam hari sebelumnya: Abang Hamas menyiapkan minuman, Umi menyiapkan bekal makanan, kaka Rumaisha membantu menyiapkan makanan dan Abi bagian perlengkapan dan transportasi. Seru sekali kami merencanakan family project kali ini. Anak-anak pun sangat antusias untuk pergi ke taman menjalankan family project kami secara bersama. Keesokan harinya kami pun bersiap me...

Catatan Materi Belajar dari Pengalaman (Training Online A hometeam)

Materi terakhir training online A hometeam ini disampaikan oleh dua putri bu Septi dan pak Dodik yaitu mba Enes dan mba Ara. Banyak insight yang kami dapat hasil belajar dari pengalaman mba Enes dan mba Ara.  Pengalaman mba Enes adalah project mengolah limbah lingkungan. Tindakan awal yang mba Enes lakukan adalah mencari dedengkot di rumbel jahit IIP karena sudah sangat kenal dan akrab dengan orang tersebut serta memiliki misi sejalan dengan mba Enes. Dalam menjalankan project, ada 2 jenis project yang dapat dijalankan silakan dipilih salah satu: 1. One time project (waktu singkat) 2. Long time project (waktu lama/bertahun-tahun) Insipirasi lainnya adalah pengalaman kawan mba Ara yang menjalankan project mengubah gang kumuh menjadi gang indah. Tahapan beliau dalam menjalankan project ini adalah: - Menjadi orang dalam dengan duduk-duduk atau ngobrol bersama ibu-ibu disana - Mencari yang pro dengan project beliau - Dimulai dari 1 rumah yang mau menjalani project bersama Insight dari ...

Catatan Materi Cara Membangun Tim (Training Online A home Team)

Pelatihan online A home team materi ketiga ini dibawakan oleh putra bungsu dari bu Septi dan pak Dodik, kami memanggilnya mas Elan. Usianya masih 17 tahun tapi cara bicara dan pemikirannya layaknya orang dewasa yang sudah berpengalaman daalam membangun tim. Mas Elan menjelaskan bahwa dalam membangun tim diperlukan leadership yang capable. Seorang leader adalah seseorang yang sedang memperjuangkan sesuatu dan memiliki kemampuan untuk mendorong followers-nya menjalankan hal yang ingin ia perjuangkan tersebut. Oleh sebab itu, seorang leader perlu sinkronisasi language yaitu komunikasi yang disesuaikan dengan peserta timnya. Mas Elan juga menyampaikan bahwa pengalaman selama ia membangun tim di kalangan pemuda/remaja, ia merasa lebih tertantang karena menurutnya remaja/pemuda memiliki sifat selalu ingin berbeda dan senang memberontak aturan yang sudah ada (out of the box). Maka diperlukan konsistensi yang kuat dari seorang leader. Saat seorang leader konsisten dengan suatu jalan, maka memb...