Langsung ke konten utama

Catatan Materi Pendidikan Seksualitas sejak Dini

Banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi saat ini menjadi PR besar bagi para keluarga untuk membentengi anak-anaknya dari fenomena tersebut. Sehingga hal ini mendorong orangtua untuk memberikan pendidikan seksualitas sedini mungkin, memberikan rasa aman dan nyaman untuk anak-anak serta mengenal keluarga dan sekitar. Pendidikan seksualitas sejak dini dapat dilakukan dengan mengenalkan keluarga dan sekitarnya sesuai tahapan usia anak sebagai berikut:

usia 0-2 tahun

- Mengenal Namanya

- Diberikan ASI eksklusif

- Mengenal Orang Tuanya

usia 3-6 tahun

- Mengenalkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan (ayah itu laki-laki yang sifatnya tegas, memiliki fisik yang kuat dan sebagainya sedangkan ibu itu perempuan yang memiliki sifat lemah lembut, penyayang dan sebagainya)

- Mengenalkan silsilah keluarga melalui album foto keluarga besar atau pohon keluarga

- Mendekatkan anak dengan ayah ibu

- Mengenalkan lingkungan sekitar

- Memberi penjelasan kepada anak siapa saja yang boleh dan tidak boleh memegang tubuhnya

Manfaat mengenal keluarga besar kepada anak adalah meyakinkan bahwa anak tidak sendiri dan ia memiliki keluarga lain diluar keluarga inti, menemukan model teladan dan pengalaman yang berbeda diantara anggota keluarga serta menjaga silaturahmi sehingga saat anak menghadapi masalah maka ia akan kembali ke lingkungan keluarga dekatnya.

Benteng berikutnya untuk melindung anak dari fenomena pelecehan seksual adalah dengan memberikan rasa aman dan nyaman untuk anak-anak dengan cara menciptakan suasana saling menyayangi sebagai berikut:

1. Memanggil anak dengan kata-kata sayang yang menunjukan jenis kelamin anak seperti dalam bahasa sunda panggilan teteh untuk anak perempuan atau aa untuk anak laki-laki. Selain itu memperlakukan anak sesuai bahasa cinta masing-masing anak misalnya seperti memberikan banyak sentuhan fisik jika bahasa cinta anak adalah sentuhan fisik, atau memberikan hadiah atau pujian/kata-kata positif atau menikmati waktu bersama anak atau melayani anak sepenuh hati sesuai bahasa cinta yang dimilikinya. Apabila rutin dilakukan maka hal ini dapat mengisi tangki cinta masing-masing anak sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman bersama keluarganya

2. Membangun kemesraan orangtua di lingkungan keluarga seperti makan bersama, ayah mencium kening ibu saat berangkat kerja atau ucapan "ayah sayang kepada ibu" dihadapan anak-anak maka dapat membawa banyak manfaat diantaranya membuat anak senang dan bahagia karena melihat orangtuanya mesra (bahagia), mengajarkan peran ayah dan ibu dalam keluarga, mengajarkan bahwa ayah dan ibu saling mencintai serta mengajarkan cara-cara sederhana mencintai dan menyayangi serta saling memperhatikan dalam keluarga

Pendidikan seksualitas lainnya adalah dengan mengajarkan kemandirian dari dalam rumah melalui tidur terpisah dengan orangtua dan saudaranya. Tips mengajarkan tidur terpisah kepada anak adalah sebagai berikut:

1. Memberikan pemahaman kepada anak bahwa adanya privasi orangtua, saudaranya, kakek-nenek dan anggota keluarga lainnya

2. Melatih anak tidur terpisah dapat dimulai sejak usia dini. Dalam hadits riwayat abu daud, Rasulullah saw memerintahkan agar anak usia 7-10 tahun sudah dipisah tempat tidurnya untuk mencegah dampak buruk naluri seksual (syahwat) anak yang mulai bertumbuh

3. Melatih anak tidur terpisah dapat dilakukan dengan mengenali jam tidur anak, dilakukan secara bertahap mulai dari pisah kasur namun masih satu kamar dengan orangtua lalu selanjutnya pisah kamar dengan orangtua, membuat kesepakatan dengan anak dan sering sounding kepada anak tentang tempat tidur terpisah serta membuat suasana menyenangkan saat tiba masanya pisah tempat tidur

Selanjutnya membentengi anak di luar rumah dari pelecehan seksual adalah dengan cara sebagai berikut:

1. Mendorong rasa percaya diri anak untuk bisa menjaga keselamatan dirinya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat anak tidak menyimpan rahasia apapun dari orangtuanya. Namun agar anak nyaman curhat apapun kepada orangtuanya maka diperlukan ikatan yang kuat antara orangtua dan anak, salah satu membangun ikatan yang kuat orangtua dan anak adalah dengan sering ngobrol bersama. Sehingga apabila ada orang lain yang ingin membuat rahasia dengan anak maka anak tak sungkan melaporkan kepada orangtuanya

2. Mengajarkan kepada anak bahwa orang dewasa, terutama yang baru dikenal bisa saja bersikap baik namun anak tetap harus waspada dan menceritakan apa yang dialaminya kepada orangtuanya

3. Mengajarkan anak untuk belajar percaya pada nalurinya

sumber referensi:

Live streaming dan slide materi "Pendidikan Seksualitas sejak Dini" dari kelompok 7 (Cianjur, Cirebon Raya, Bontara, Batam) kelas Bunda Sayang batch 6

#Hari ke-7

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#topik5menjagadiridarikejahatanseksual

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...