Menurut KBBI, akil artinya berakal, cerdik, pandai, selain itu dapat diartikan pula memahami atau mengetahui. Akil sendiri merupakan serapan dari kata aqil yang berasal dari bahasa arab. Sedangkan baligh dalam buku "Apa itu akil Baligh" didefinisikan sebagai seseorang yang sudah mencapai usia tertentu dan dianggap sudah dewasa atau sudah mengalami perubahan biologis dan kematangan reproduksi yang menjadi tanda-tanda kedewasaannya.
Tanda-tanda anak yang memasuki fase aqil atau sudah berakal
1. Mengenal Tuhan-nya
2. Bisa membedakan dan mengkomunikasikan hal yang dia sukai dan tidak dia sukai
3. Menjauhi sesuatu yang dia rasa berbahaya dan mengancam dirinya
4. Mampu belajar dari pengalaman
5. Mendengarkan perkataan dan mengikuti apa yang paling baik baginya. Apabila ia melihat kebaikan, maka ia pun mengikutinya sedangkan apabila melihat keburukan, ia pun menjauhinya
Dalam Islam dikenal istilah akil baligh yang menandakan bahwa seseorang sudah dapat dibebani kewajiban menjalankan syariat sepenuhnya. Terdapat tanda-tanda umum kapan seseorang baik lelaki maupun perempuan, sudah memasuki usia akil baligh.
Ketika sudah dinyatakan dewasa/baligh, hal ini menandakan bahwa seseorang telah dipandang siap melakukan transaksi sosial/ muamalah seperti al buyu’ (jual-beli), ‘aqdu al-nikah (melaksanakan pernikahan), syirkah (kerjasama), ijarah (sewa menyewa), khiyar (memilih) dan lain sebagainya.
Menurut Daradjat (dalam Wardah, 2018:89), istilah remaja atau kata yang berarti remaja tidak ada dalam Islam. Dalam Al Qur'an terdapat kata baligh yang menunjukkan bahwa seseorang bukanlah anak-anak lagi yang disebutkan dalam surah An Nur ayat 59.
Menurut ilmu Fiqh, kondisi baligh ditandai dengan beberapa keadaan
1. Adanya menstruasi (haidh) bagi anak perempuan paling cepat pada saat usia 9 tahun
2. Mimpi Basah / Ihtilam (mimpi bersenggama hingga mengeluarkan sperma atau dalam keadaan sadar keluar mani karena khayalan, terangsang oleh bacaan/ gambar) bagi laki-laki dan perempuan.
3. Tumbuhnya rambut kemaluan
Menurut Imam Syafii dalam kitab Safinatunnajah, tanda seseorang sudah baligh ada tiga macam yaitu telah mencapai umur 15 tahun (hijriyah) untuk laki-laki dan perempuan, mimpi basah bagi laki-laki dan haid untuk perempuan yang berumur 9 tahun.
Pentingnya aqil sebelum atau saat baligh
Kematangan fisik dan biologis saat baligh disertai dengan lahirnya nafsu, syahwat kelamin, gairah terhadap lawan jenis, fantasi seksual maupun nafsu lain yang sifatnya cenderung agresif. Sehingga kita membutuhkan akal agar nafsu-nafsu tersebut dapar terkendali dengan baik. Oleh sebab itu, apabila aqil tiba sebelum atau bersamaaan dengan baligh maka diharapkan akan tercipta manusia dewasa yang bertanggung jawab, mampu mengemban amanah, dan mampu menyelesaikan permasalahan yang kelak dihadapinya.
Dampak jika baligh tidak diserta aqil
1. Generasi muda yang cenderung ingin segala sesuatu yang serba instan dan tidak mandiri
2. Perilaku kekerasan hingga bullying
3. Keadaan individu (usia, keadaan fisik, intelegensi, peran seks) dapat mempengaruhi perkembangan emosi individu sehingga perlu tindakan preventif untuk menghindari dampak serius dari pengaruh emosi yang timbul dalam diri anak)
4. Penyimpangan perilaku seksual (LGBT, hamil diluar nikah, kekerasan seksual, hingga aborsi)
5. Mental health issue seperti gangguan kecemasan dan depresi
6. Konflik-konflik dalam proses perkembangan (jika tidak diiringi aqil maka anak akan mengalami gangguan atau hambatan dalam menghadapi konflik-konflik ini)
Peran orangtua dalam pendidikan aqil dan baligh yang seimbang
Orangtua memiliki tanggung jawab mendidik, mengasuh dan membimbing anak anaknya. Dalam hubungannya dengan anak, keluarga menjadi tempat/lembaga pengasuhan yang utama. Dalam keluargalah kali pertama anak mendapat pelajaran yang akan digunakan sebagai bekal hidupnya melalui latihan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual. Selain itu masa kehidupan anak sebagian besar berada dalam lingkup keluarga. Karena itulah keluarga yang paling menentukan terhadap masa depan anak, corak anak dilihat dari perkembangan sosial, psikis, fisik, dan religiusitas ditentukan oleh keluarga.
1. Orang tua harus menyadari pendidikan harus dikembalikan ke rumah.
Rumah adalah tempat mendidik, sedangkan sekolah adalah tempat mengajar. Rumah adalah institusi pertama dan utama dalam pendidikan anak-anak kita, sedangkan sekolah adalah institusi yang membantu kita dalam mendidik anak-anak kita, khususnya pengetahuan dan keterampilan
2. Didiklah anak-anak kita di kehidupan nyata.
Karena kehidupan nyata adalah kehidupan yang akan mendewasakannya, yang menguatkannya, yang membuatnya tangguh, yang membuatnya mandiri, yang membuatnya berdaya juang, yang membuatnya mampu berpikir, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.
3. Pendidikan yang berani dan tegas serta konsisten tidak dihanyutkan oleh rasa kasihan yang berlebihan, dalam rangka menegakkan prinsip-prinsip pendidikan menuju kemandirian dan kedewasaan. Tegas berbeda dengan kejam, ketegasan justru berangkat dari kasih sayang.
4. Didiklah anak-anak sejak berusia 7 tahun untuk bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.
Saat dia berusia 7 sampai 10 tahun, didik dia untuk bertanggung jawab secara pribadi. Pada saat dia berusia 10 sampai 12 tahun, didik dia untuk bertanggung jawab secara sosial.
5. Ajari anak-anak kita menalar, berpikir, memecahkan masalah, mengambil keputusan dan memikul resiko atas keputusan yang ia buat.
6. Ajari anak-anak kita berorganisasi.
Karena dalam organisasi terdapat banyak hal yang mereka butuhkan untuk hidup. Dalam organisasi ada kepemimpinan, ada manajemen, ada kerjasama, ada komunikasi ada pengelolaan konflik dan seterusnya.
7. Didik anak kita, khususnya laki-laki, untuk belajar mencari nafkah ketika usianya sudah cukup dewasa.
Mencari nafkah adalah upaya yang sangat efektif untuk mematangkan dan mendewasakan anak-anak kita. Seberapa pun kayanya kita, seberapapun mapannya kita, tetap didik anak-anak kita mampu memenuhi kebutuhan ekonominya sendiri.
8. Kembalikan peran ayah dalam pendidikan anak-anaknya.
Anak yang terlalu cepat baligh salah satunya dapat disebabkan dari sikap bunda yang memberikan overnutrisi terhadap anak-anaknya. Namun aqil yang terlambat disebabkan oleh tak hadirnya ayah dalam pendidikan anak. Padahal dalam islam penanggung jawab utama pendidikan adalah sang ayah, sedangkan Bunda adalah pelaksana Pendidikan. Jadi peran orang tua sangatlah penting dalam mendampingi aqil baligh anak-anak mereka, sehingga anak-anak tumbuh dengan cahaya fitrahnya.
Pendidikan seksualitas pada anak sesuai usia
0-2 tahun anak didekatkan dengan bundanya
3 - 6 tahun dekatkan anak dengan ayah dan bundanya
7 - 10 tahun anak di dekatkan sesuai dengan gender, yaitu anak perempuan didekatkan kepada ibunya dan laki-laki dengan ayahnya
10 - 14 tahun usia aqil baligh lintas gender dimana anak perempuan didekatkan kepada ayah sedangkan anak laki-laki lebih dekat dengan bundanya tujuannya untuk mendewasakan cara berpikir anak (Aqil) dan menjadikan orang tua sebagai cinta pertama bagi mereka, sehingga saat mereka telah Baligh (tuntas tanggung jawab orang tua), mereka tidak akan menyimpang dari Fitrah seksual
Hal-hal yang bisa dilakukan oleh ayah dan bunda dalam menghadapi masa aqil balig anak
1. Ayah bunda perlu menyampaikan bahwa perubahan-perubahan ketika memasuki masa pubertas adalah normal.
2. Tanamkan secara intensif tentang rasa tanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan lingkungan sekitar.
3. Segera pisahkan kamar tidur antara anak laki-laki dan anak perempuan.
4. Jangan sungkan untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi secara hangat dan tutur kata yang bijak dan apa yang harus dilakukan oleh anak, misalnya dengan menjaga kebersihan tubuh dan makan makanan gizi seimbang.
5. Sangat penting untuk menjelaskan lebih lanjut tentang mulai berfungsinya organ reproduksi ketika anak perempuan mengalami menstruasi dan anak laki-laki mengalami mimpi basah.
6. Sampaikan tanggungjawab dari sisi agama. Misalnya harus lebih rajin beribadah, menjalankan semua kewajiban sebagai hamba karena amal baik dan buruk sudah mulai diperhitungkan/ dicatat oleh malaikat pencatat amal kebaikan dan keburukan.
7. Terus memberi bimbingan dan memberi motivasi anak untuk mencari informasi lebih jauh tentang masa akil balig atau masa pubertas dari buku atau internet. Ketika anak sudah memasuki masa Aqil dan Baligh secara bersamaan, stastusnya berubah menjadi mitra orang tua.
Persiapan Menuju Keseimbangan Aqil dan Baligh Anak Perempuan dan Laki-laki
Menurut Muhamad Quthb ada 3 aspek pendidikan islami yang perlu diajarkan kepada anak sebagai persiapan menuju keseimbangan aqil baligh melalui pemberian pemahaman dan keteladanan yaitu:
1. Aqidah
2. Ukhuwah
3. Kedisiplinan
Pada anak perempuan dijelaskan mengenai:
- Menstruasi. mengapa terjadi, apa yang harus dipersiapkan, bagaimana membersihkan diri dan hukum (fiqh, bagi yang beragama islam) yang berkaitan dengan menstruasi.
- Tanggungjawab perempuan yang sudah baligh
- Perubahan bentuk tubuh, pakaian yang cocok, termasuk fiqh berpakaian.
- Adab pergaulan dan resiko kehamilan
- Kriteria memilih pasangan sesuai dengan nilai keluarga yang dipegang (bagi yang beragama islam ajarkan tentang 4 kriteria memilih pasangan). Pahamkan mengenai ini sebelum anak mulai jatuh cinta, agar tidak menuai keribetan yang tidak perlu di kemudian hari
- Mulai mengajarkan tentang tugas istri dan ibu secara bertahap
Pada anak laki-laki dijelaskan mengenai:
- Tanda-tanda pubertas secara fisik termasuk terproduksinya sperma dan kemungkinan terjadinya ejakulasi di saat tidur dan cara membersihkan diri. Keluarnya sperma tidak selalu menjadi satu-satunya penanda matang seksual. Karena ada yang keluar dalam jumlah yang sangat sedikit atau biasa tidur berkeringat sehingga samar. Tumbuhnya rambut sekunder dan perubahan suara juga sudah bisa menjadi tanda pubertas.
- Tanggungjawab laki-laki yang sudah baligh
- Perubahan fisik, cara merawat diri, berpakaian dan kebersihan
- Adab pergaulan
- Kriteria memilih pasangan
- Mulai mengajarkan tugas sebagai suami dan ayah secara bertahap
Anak laki-laki dan perempuan harus ditanamkan rasa malu dengan mengajarkan dan menerapkan perintah menutup aurat. Aurat laki-laki dari pusat sampai lutut dan aurat perempuan yaitu seluruh anggota muka kecuali muka dan telapak tangan. Anak-anak pun tidak diperkenankan melihat aurat orang lain.
Menurut Faisal Sundani Kamaludin, Kita harus mempersiapkan anak aqil baligh untuk suatu tujuan, yaitu beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah.
Menyiapkan pubertas anak ketika anak masuk masa tamyiz, anak yang sudah mumayyiz, anak sudah mampu membedakan mana yang baik dan buruk (periode 6 tahun sampai sebelum baligh).
Konsekuensi ketika anak masuk usia tamyiz:
- sudah berlaku perintah sholat ketika anak berusia 7 tahun
- berikan corrective action (hukuman) ketika berusia 7 tahun yaitu hukuman yang membuat anak sadar dan pukulan yang tdk menyakitkan
- tidak dibenarkan melihat aurat orang lain
- menerapkan aturan harus meminta izin apabila anak mau masuk ke kamar orangtua dalam 3 waktu yaitu setelah sholat isya, sebelum subuh dan sebelum zuhur
- anak-anak tidak diperbolehkan melihat aurat orangtuanya.
Persiapan baligh
1. persiapan ideologis
- mulai ajak anak sholat jama’ah d masjid
- mulai mengajarkan hafalan Alqur'an
- mulai diikutkan kajian
- mulai memahamkan bahwa sesuatu itu ada aturan boleh atau tidak boleh
- orangtua sebaiknya sudah lebih memahami agama
- jangan biarkan orang lain mengambil pahala mengajar baca Al Qur’an anak
2. periapan psikologis
- perbaiki komunikasi ortu dan anak
- tingkatkan kesepakatan
- puaskan masa bermain
- luangkan waktu berkualitas bersama
- Berikan vitamin A (ayah), anak perempuan harus rajin dipuji oleh ayah, agar tidak mudah dirayu oleh laki-laki lain
- perbanyak bonding time dengan anak (janjian dengan anak secara gantian masing-masing anak)
3. persiapan sosial
- latih tanggung jawab anak
- lihat dengan siapa anak-anak bergaul
- latih anak-anak untuk menyelesaikan masalahnya
- sediakan lingkungan pergaulan anak yang sehat
- ajak anak silaturahim dengan menjenguk orang yang sehat dan sakit
4. persiapan kognitif
- pendidikan untuk mengajak anak berfikir kritis sangat diperlukan (contohnya: mengajak berfikir realistis)
- anak perlu di arahkan untuk tidak melakukan sesuatu tanpa tujuan dan sia-sia
- selalu jelaskan tujuan dari acara atau kegiatan yang kita dan keluarga lakukan
Tujuan pengasuhan anak laki-laki dan perempuan
- menjadikan sebagai hamba Allah yang bertaqwa
- menyiapkan anak sebagai calon suami/istri yang baik
- menyiapkan anak sebagai calon ayah ibu yang baik
- membantu anak memiliki keahlian dalam bidang tertentu sehingga bisa mencari nafkah
- menyiapkan anak kelak sebagai pendidik
- menyiapkan anak kelak sebagai pengasuh/pengayom
- menyiapkan anak kelak sebagai pendakwah
SEMANGAT menjadi orangtua pembelajar ^-^
Sumber Referensi:
Live streaming dan slide materi "Pentingnya Aqil dan Baligh secara Bersamaan" dari kelompok 20 regional Lamongan dan Lampung kelas Bunda Sayang batch 6
#Hari ke-10
#tantangan15hari
#zona7pendidikanseksualitas
#topik5menjagadiridarikejahatanseksual
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Komentar
Posting Komentar