Langsung ke konten utama

Pendidikan Seksualitas kepada Anak bagi Guru di Sekolah

Saat ini kita memasuki zaman dimana kematangan seksual anak terjadi lebih cepat, sedangkan pendampingan orangtua terhadap perkembangan seksual anak semakin lemah, terlebih akses informasi melalui media internet saat ini terbuka lebar sehingga memudahkan anak untuk memuaskan rasa ingin tahunya termasuk perihal seks. Seperti disampaikan dalam artikel sebelumnya bahwa seks itu berbeda dengan seksualitas. Seks artinya jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan, sedangkan seksualitas meliputi berbagai dimensi yaitu dimensi biologis, psikologis, sosial,dan kultural.

1. Dimensi biologis berkaitan dengan organ reproduksi, cara merawat kebersihan dan kesehatan. 

2. Dimensi psikologis berkaitan dengan identitas peran jenis, bagaimana dinamika aspek-aspek psikologis (kognisi, emosi, motivasi, perilaku) terhadap seksualitas itu sendiri, dan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual. 

3. Dimensi sosial berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar-manusia serta bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks. 

4. Dimensi kultural menunjukkan bahwa perilaku seks itu merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat. 

Berdasarkan hal tersebut, pendidikan seksualitas juga perlu diselenggarakan oleh para guru di masa sekolah awal yaitu TK dan SD. Pendidikan seks di masa sekolah awal dirancang untuk mendampingi anak memperoleh pemahaman yang tepat tentang perkembangan seksual dirinya serta perkembangan pribadi dan sosial yang mengiringinya perkembangan seksual tersebut. Diharapkan pemahaman yang tepat tentang seks dan seksualitas akan menjadi kekuatan dan sekaligus benteng bagi anak dari usaha-usaha pelecehan dan kekerasan seksual.

Pada jenjang TK, anak memerlukan pemahaman yang tepat tentang perbedaan laki-laki dan perempuan, pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ seks, serta cara melindungi organ seks mereka. Menjaga kebersihan dan kesehatan organ seks dapat melalui pembiasaan di sekolah, misalnya melalui kebiasaan membersihkan diri setelah buang air. Sedangkan untuk perlindungan terhadap organ seks, maka guru perlu menanamkan kesadaran kepada anak bahwa organ seks itu tidak boleh disentuh oleh sembarang orang.

Pada jenjang sekolah dasar, para guru kelas dapat menyisipkan materi pendidikan seksual dalam materi pelajaran yang relevan. Sedangkan dari sudut pandang tugas perkembangan atau aspek perkembangan di sekolah, pendidikan seksual adalah suatu usaha untuk membantu siswa memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan norma dan tuntutan lingkungan (aspek kultur). Aspek perkembangan yang langsung berkaitan dengan seksualitas pada anak seusia ini adalah pengembangan pribadi (dimensi psikologis), kesadaran gender (dimensi psikologis), kematangan hubungan dengan teman sebaya (dimensi sosial). Berikut dibawah ini standar kompetensi kemandirian siswa yang dapat dijadikan tujuan pendidikan seksual:

Dengan memperhatikan isi tugas-tugas perkembangan dan semakin cepatnya masa puber di usia sekolah (SD), usulan materi-materi pendidikan seksual yang diperlukan oleh siswa SD (lebih tepat untuk usia 10-12 tahun) sebagai berikut di bawah ini:

sumber referensi:

Makalah "Pendidikan Seksual Anak di TK dan SD" Sebuah Interaksi Pelayanan Bimbingan yang ditulis oleh Dr.M.M.Sri Hastuti, M.Si 

#Hari ke-3

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#topik5menjagadiridarikejahatanseksual

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...