Langsung ke konten utama

Pendidikan Seks kepada Anak bagi Orangtua di Rumah

Dalam artikel sebelumnya membahas mengenai definisi pendidikan seks yaitu merupakan proses pendidikan memberikan edukasi tentang seks atau alat kelamin dan hal-hal yang terkait dengan organ tersebut. Walaupun saat ini masih banyak orangtua yang merasa risih bahkan tabu apabila membicarakan hal ini kepada anak, namun pendidikan seks tetap harus disampaikan kepada anak bahkan sejak usia dini. Berikut tahapan bagi orangtua dalam memberikan pendidikan seks kepada anak sesuai usianya:

1. Usia 0-2 tahun

- Mengajarkan anak mengenai nama dari setiap bagian organ intimnya. Gunakanlah nama yang sesuai misalnya vagina, penis, anus dan hindari menggunakan istilah "burung", "titit" dan sebagainya.

- Mengajarkan anak mengenai perbedaan jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan melalui pengenalan bahwa ayah adalah laki-laki dan ibu adalah perempuan

2. Usia 2-5 tahun

- Mengajarkan anak mengenai bagian tubuh yang tak boleh disentuh oleh sembarang orang, seperti dada, perut, penis atau vagina serta bokong

- Mengajarkan anak apabila ada yang menyentuh bagian tersebut maka ia harus memberitahu orangtuanya

3. Usia 5-8 tahun

- Menjelaskan kepada anak mengenai fungsi reproduksi secara sederhana, sebagai contoh laki-laki memiliki sperma sedangkan perempuan memiliki sel telur. Sperma yang bertemu sel telur akan menjadi bayi yang tumbuh dalam rahim perempuan dan dilahirkan melalui vagina.

- Menjelaskan secara sederhana mengenai hubungan seks yaitu hubungan yang dilakukan orang dewasa yang sudah menikah dimana terjadinya peristiwa masuknya penis ke dalam vagina sehingga tidak boleh dilakukan oleh anak-anak maupun dilakukan sebelum menikah.

4. Usia 9-12 tahun

- Menjelaskan mengenai tanda-tanda pubertas pada anak seperti haid pertama, payudara yang membesar pada perempuan serta mimpi basah pada anak laki-laki, tanda pubertas lainnya yaitu tumbuhnya rambut ketiak dan rambut kemaluan.

Menjelaskan fungsi organ reproduksi setelah masa pubertas serta mengenai konsekuensi hubungan seks dengan menjelaskan bahwa hubungan seks tidak boleh dilakukan oleh anak-anak dan tidak boleh dilakukan diluar nikah karena hubungan seks diluar nikah adalah dosa dan dapat menyebabkan terinfeksi penyakit menular seksual, kemudian secara psikologis anak-anak belum siap menanggung konsekuensi dari hubungan seksual yaitu kehamilan, selanjutnya organ reproduksi perempuan baik anak dan remaja belum cukup matang untuk dibebani proses kehamilan sehingga bisa berbahaya bagi dirinya dan janin.

5. Usia 13-18 tahun

- Buatlah anak nyaman untuk bercerita apapun kepada orangtuanya dengan terlibat aktif dalam kegiatan hariananak, mengikuti hobinya atau kegiatan yang disukainya sehingga orangtua dapat membimbing apabila anak sedang galau mengenai pendidikan seks

- Jadilah sahabat dan pendengar yang baik bagi anak agar anak mendapatkan jawaban pertama mengenai pendidikan seks dari orangtuanya bukan dari sumber lainnya 

Sumber Referensi:

1. https://m.klikdokter.com/info-sehat/read/3045320/ini-cara-memberi-pendidikan-seks-pada-anak-sesuai-usia

2. Buku Bicara Seks Bersama Anak yang ditulis oleh Alya Andika


#hari ke-2

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#topik5menjagadiridarikejahatanseksual 

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...