Saat ini informasi terbuka lebar bagi anak yang sedang dalam masa serba ingin tahu, terlebih informasi tersebut sangat mudah didapatkan. Waspadalah bagi orangtua yang membebaskan anaknya berselancar dalam dunia informasi yang sangat bebas ini. Informasi apapun dapat anak peroleh di masa sekarang dengan mudah, termasuk informasi mengenai pendidikan seks. Sayangnya apabila informasi seks tersebut anak dapatkan tanpa pendampingan orangtua, maka hal tersebut dikhawatirkan dapat membawa anak pada aktivitas penyimpangan seksual. Sehingga orangtua perlu waspada darimana saja sumber informasi tentang seks yang dapat diperoleh anak masa kini agar orangtua dapat mengantisipasi dampak buruk tersebut dan melakukan pendampingan serta pendidikan seksualitas langsung kepada anaknya sesuai tahapan usia.
1. Waspada terhadap film, sinetron, reality show dan infotainment yang secara terselubung menyisipkan perihal seks, mulai dari pemeran yang mengumbar tubuhnya secara terbuka tanpa sensor sehingga membuat anak tidak jelas batasan aurat, ucapan-ucapan tidak baik yang mengandung seks, kasus video porno para artis, bahkan hingga sisipan tayangan adegan seks antara laki-laki dan perempuan bahkan adegan penyimpangan seksual.
2. Komik, saat ini telah banyak beredar komik percintaan remaja serta gambar adegan ciuman laki-laki dan perempuan. Mirisnya komik zaman sekarang tidak hanya bisa diperoleh secara fisik namun juga telah banyak beredar secara online yang dapat dibaca melalui gawai.
3. Internet, hal ini menjadi sumber kebebasan informasi bagi siapapun yang mencari tahu termasuk anak-anak, mulai dari hal baik hingga hal yang buruk. Lebih parahnya apabila anak-anak secara mandiri mendapat informasi seks tanpa pengawasan orangtua dan memendam informasi tersebut tanpa mendiskusikan kepada orangtuanya. Terlebih beberapa situs di internet yang menawarkan gambar-gambar atau video porno justru tidak menunjukannya secara gamblang lewat nama situsnya. Misalnya saat anak mencari info tentang ragam bunga hias, ia justru menemukan gambar "bunga-bunga" yang lain.
4. Game, banyak penelitian yang menunjukan bahwa bermain game akan mengakibatkan turunnya minat belajar pada anak. Hal tersebut disebabkan ketika anak menemukan sesuatu yang mengasyikan maka mereka cenderung untuk menikmatinya terus-terusan. Mirisnya saat ini banyak game yang menayangkan adegan kekerasan dan seksual bahkan saat jeda iklan dalam bermain game ada yang menyisipkan adegan seks dalam jangka waktu beberapa menit. Anak-anak yang masih memiliki keinginan kuat untuk meniru, maka waspadalah ia akan meniru apa yang dilakukan oleh orang yang ia sering lihat dalam game atau tontonan lainnya.
5. Musik, saat ini pula telah banyak beredar syair-syair lagu yang menyinggung soal seks yang dinyanyikan oleh para penyanyi yang juga di videonya menyisipkan adegan seks. Anak-anak yang masih polos ketika sering mendengar musik tersebut, maka merekapun tanpa sadar turut menyanyikannya layaknya penyanyi dewasa.
Dengan demikian pentingnya pengawasan orangtua kepada anak terhadap sumber-sumber informasi seks yang salah tersebut. Dampingilah anak apabila ia butuh menggunakan internet serta hentikan tontonan-tontonan buruk bagi anak yang bersumber dari buku bacaan, komik, televisi ataupun gawai dalam bentuk apapun, apakah dalam bentuk film, sinetron, infotainment, iklan, game, musik, video dan sebagainya.
sumber referensi:
Buku yang berjudul Bicara Seks Bersama Anak yang ditulis oleh Alya Andika
#Hari ke-4
#tantangan15hari
#zona7pendidikanseksualitas
#topik5menjagadiridarikejahatanseksual
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Komentar
Posting Komentar