Kadar bilirubin yang tinggi melebihi nilai normal tanpa penanganan maka akan beresiko menimbulkan kernicterus yaitu kerusakan otak akibat bilirubin yang berlebihan tersebut beredar menembus melewati sawar darah-otak. Akibatnya bayi akan mengalami kejang dan beresiko terjadi palsi serebral (keterbelakangan mental dan gangguan motorik) serta gangguan penglihatan/pendengaran yang suit dikembalikan fungsinya.
Breastfeeding jaundice dan breastmilk jaundice dapat dikategorikan kuning yang normal dan tak perlu dikhawatirkan. Breastfeeding jaundice disebabkan oleh asupan ASI yang kurang memadai untuk bayi di masa-masa awal menyusui. Sedangkan breastmilk jaundice ditemui pada bayi yang mendapat konsumsi ASI yang cukup namun kuning dipengaruhi oleh zat yang ada dalam ASI sang ibu. Umumnya kuning pada Breastmilk jaundice dicurigai pada bayi yang kuning menetap lebih dari 2 minggu, bayi tampak sehat (berat badan bayi naik sesuai seharusnya), pola buang air kecil & buang air besar normal serta gerakan motorik bayi baik. Penanganannya adalah dengan memberikan ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari (setiap 2-3 jam) dan jangan lupa pantau produksi berkemih bayi cukup dalam sehari.
Faktor lain yang dapat menyebabkan kuning adalah sebagai berikut:
1. Bayi prematur/kurang bulan, yaitu bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu memiliki resiko lebih tinggi mengalami kuning dibandingkan bayi cukup bulan. Hal tersebut disebabkan karena fungsi hati belum sempurna untuk membuang bilirubin dalam tubuh.
2. Bayi yang mempunyai ras Asia, khususnya Asia Timur dan Mediterania lebih beresiko mengalami kuning.
3. Kekurangan enzim G6PD yaitu faktor kimiawi yang menjaga sel darah merah tidak rapuh/mudah pecah. Apabila bayi kekurangan enzim ini maka sel darah merah mudah pecah sehingga menghasilkan bilirubin yang berlebihan dalam darah dan menyebabkan kuning. Umumnya kuning akibat kekurangan enzim ini terjadi dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir.
4. Riwayat kuning pada saudara kandung bayi sebelumnya
5. Lebam atau memar akibat proses persalinan, misalnya persalinan yang dibantu alat vakum atau forceps akan menyebabkan produksi bilirubin berlebih sehingga terjadi kuning
6. Ibu yang memiliki golongan darah O sedangkan bayinya memiliki golongan darah selain O yaitu A, B, atau AB. Selain itu ibu yang memiliki rhesus negatif sedangkan bayinya mempunyai rhesus positif maka akan menyebabkan ketidakcocokan dalam tubuh bayi sehingga menyebabkan kuning.
Tanda bahaya yang perlu diwaspadai pada bayi kuning
Bawa segera ke dokter apabila bayi mengalami kondisi sebagai berikut:
- Bayi tampak sangat kuning (seperti kunyit) mulai dari kepala, mata, sampai kaki
- Bayi banyak tidur dan sulit dibangunkan atau sebaliknya. bayi tidak bisa tidur dan rewel terus-menerus setelah dipastikan tidak ada masalah lainnya
- Bayi tidak dapat menyusu atau minum dengan baik
- Bayi dengan jumlah buang air kecil yang kurang
Bawa segera bayi ke UGD apabila mengalami kondisi sebagai berikut:
- Bayi menangis terus-menerus dengan nada melengking
- Bayi mengalami kejang, postur tubuh bayi sering tampak seperti busur
- Badan bayi menjadi kaku atau sebaliknya sangat lemah dan tidak dapat bergerak
- Gerakan bola mata bayi yang tidak wajar
Referensi: buku "Orangtua Cermat Anak Sehat" yang ditulis oleh dr.Arifianto,Sp.A
Komentar
Posting Komentar