Kami sepakat menjalankan family project untuk menghidupkan kembali permainan tradisional. Family project awal ini kami sepakati untuk bermain congklak. Permainan dengan papan berisi beberapa cekungan disertai biji-bijian. Cukup lama untuk mencari dimana toko yang menjual permainan congklak di kota kami. Akhirnya setelah mencari-cari, saya mendapatkan informasi dari media sosial bahwa ada toko mainan yang menjual congklak ini. Tak menunggu lama, suami pun langsung menuju kesana dan membeli permainan tradisional ini.
Kami pun berencana pergi ke taman tepian depan kantor Gubernur Kaltim hari ahad besok pagi. Kami berbagi peran malam hari sebelumnya: Abang Hamas menyiapkan minuman, Umi menyiapkan bekal makanan, kaka Rumaisha membantu menyiapkan makanan dan Abi bagian perlengkapan dan transportasi. Seru sekali kami merencanakan family project kali ini. Anak-anak pun sangat antusias untuk pergi ke taman menjalankan family project kami secara bersama.
Keesokan harinya kami pun bersiap menjalankan project bersama dengan tak lupa tetap menjalankan protokol kesehatan. Alhamdulillah pagi hari cuaca cerah dan tepat jam 7 pagi kami berangkat dari rumah menuju taman tepian Mahakam depan kantor Gubernur Kaltim. Jarak rumah kami tidak terlalu jauh dari taman, sehingga 10 menit sudah tiba di taman yang dituju. Alhamdulillah tamannya sepi alias tidak ada orang yang berkumpul disana, mungkin karena masih sangat pagi. Hanya terlihat oleh kami petugas kebersihan yang sedang membersihkan taman, kemudian seorang bapak yang sedang memancing di tepi taman agak jauh dari kami serta seorang ibu dengan sepedanya yang sedang duduk beristirahat di tepi taman sambil memandangi sungai setelah mengayuh sepeda pagi hari.
Kami memilih lokasi dibawah pohon rindang, tepat di hadapan kami pun sungai mahakam yang begitu tenang sambil dilewati beberapa buah kapal. Kami pun menggelar tikar yang kami bawa dari rumah, kemudian mengeluarkan bekal makanan dan minuman yang sudah disiapkan sebelumnya. Abi menyusun permainan congklak di atas tikar, menyusun biji-biji congklak tersebut hingga siap dimainkan. Saya berlari mengitari taman terlebih dahulu untuk menjalankan olahraga pagi dan tak lupa pemanasan sebelumnya. Kemudian saya bergabung dengan Abi untuk bermain congklak.
Abi menjelaskan tentang cara bermain congklak. Sebenarnya saat kecil dulu saya pernah bermain congklak tapi sekarang saya lupa bagaimana cara bermainnya, sehingga Abi jelaskan ulang cara permainannya. Anak-anak sangat terkesima melihat pemandangan sungai secara dekat, melihat kapa-kapal lewat serta melihat kapal patroli polisi yang standby disana. Kemudian mereka meminta bekal makanan untuk segera dimakan disana sambil saya dan Abi bermain congklak bersama.
Permainan cukup seru, awalnya Abi terlihat sudah banyak mengumpulkan biji congklak (saya pikir beliau akan segera menang) tapi akhirnya saya mampu menyayingi beliau yeeeaaayyy. Tapi tak lama hujan turun. Awalnya hujan rintik-rintik tapi kami tetap bertahan, namun semakin lama semakin deras hingga kami memutuskan mengakhiri permainan dengan hasil seri.
Family project hari ini sangat seru walaupun harus berhenti karena hujan, tapi 1 jam bermain bersama sangat menyenangkan. Kami pun berencana akan merutinkan agenda ini setiap pekannya insyaAllah. Semoga kami bisa menjadi A home team yang berkualitas unggul karena kami 1 tim: main bareng, ngobrol bareng, beraktivitas bareng ^_^


Komentar
Posting Komentar