Pelatihan online A home team materi ketiga ini dibawakan oleh putra bungsu dari bu Septi dan pak Dodik, kami memanggilnya mas Elan. Usianya masih 17 tahun tapi cara bicara dan pemikirannya layaknya orang dewasa yang sudah berpengalaman daalam membangun tim.
Mas Elan menjelaskan bahwa dalam membangun tim diperlukan leadership yang capable. Seorang leader adalah seseorang yang sedang memperjuangkan sesuatu dan memiliki kemampuan untuk mendorong followers-nya menjalankan hal yang ingin ia perjuangkan tersebut. Oleh sebab itu, seorang leader perlu sinkronisasi language yaitu komunikasi yang disesuaikan dengan peserta timnya.
Mas Elan juga menyampaikan bahwa pengalaman selama ia membangun tim di kalangan pemuda/remaja, ia merasa lebih tertantang karena menurutnya remaja/pemuda memiliki sifat selalu ingin berbeda dan senang memberontak aturan yang sudah ada (out of the box). Maka diperlukan konsistensi yang kuat dari seorang leader. Saat seorang leader konsisten dengan suatu jalan, maka member-nya juga harus konsisten, apabila di tengah jalan ada member yang tidak konsisten, maka leader memberikan jalan lain (keluar dari tim) bagi member tersebut. Dikatakan konsisten apabila sudah berhasil menjalankan sesuatu selama 90 hari sehingga menjadi kebiasaan.
Mas Elan menjelaskan bahwa A home team adalah sebuah struktur leadership sehingga dapat dimulai dari anggota keluarga yang terdekat terlebih dulu. Dalam menerapkan A home team perlu disepakati tujuan/goals bersama karena apabila tujuan bersama tidak disepakati maka hal ini akan membawa tim tersebut menjadi kerumunan. Selain itu, hal terpenting yang harus diubah dalam menuju A home team adalah KOMUNIKASI.
Tujuan bersama yang disepakati adalah, kita mau ngapain/mau kemana tim ini? tentukan target yang mau dicapai dan mau mencapai target apa tim kita? tujuan tersebut dijabarkan step by step.
Tanamkan dalam alam bawah sadar bahwa "Setiap hal yang Menantang adalah Menyenangkan"
1 hal yang harus dimiliki oleh leader adalah Knowing the followers karena apabila telah mengenal followers maka leader harus mampu Knowing the whole picture. Tahapan leader untuk knowing the followers adalah:
1. Mengenal anggota timnya secara personal dengan bertanya apa maunya serta mengobrol lebih dalam dan berpikir bersama anggotanya tersebut.
2. Mengetahui apa keinginan member timnya
3. Menggali gagasan dari para member
4. Menggali dorongan apa saja yang member ingin lakukan
5. Menggali sesuatu yang disukai dan tidak disukai untuk dilakukan member
Insight dari mas Elan: "Pemilik Project belum tentu Running the project, tapi Running the Project harus menjadi Leader"
Kunci dari sebuah tim adalah memiliki visi yang sama dan leader capable yang dapat menjelaskan itu semua. Kriteria leader capable adalah:
1. Seseorang yang dapat mengayomi
2. Seseorang yang dapat membuka jalan (babat alas)
3. Seseorang yang menjadi garda terdepan dalam timnya. Apabila ada bahaya (tantangan) maka leader bertugas membuka jalan. Tapi dalam suatu waktu, leader ibarat pemimpin dalam gerombolan serigala, yaitu posisi leader dibelakang sebagai penentu untuk memastikan bahwa member aman, sejahtera dan sentosa.
4. Leader tahu jelas bagaimana cara mencapai tujuan dan dapat membawa timnya ke tujuan secara bertahap bukan sekaligus whole picture karena apabila leader membawa membernya mencapai seluruh tujuan sekaligus (whole picture) maka dapat mengakibatkan member lemes/putus asa.
Leadership juga membutuhkan kemampuan sebagai fasiltator yaitu menganggap bahwa member timnya adalah resourcefull dan membuat member mengeluarkan ide/gagasan dari mereka sendiri. Tugas leader sebagai fasilitator dengan bercerita, lebih banyak mendengarkan dan lebih banyak menanyakan.
Eksplorasi suatu tujuan dalam lingkup yang lebih kecil harus ada responsibility. Responsibility maksudnya adalah menumbuhkan rasa enjoy terhadap konflik, tantangan agar tim tetap konsisten dalam mencapai tujuan bersama. Sense of responsibility harus dilatih dari hal-hal kecil seperti merapikan kasur sendiri, mandi sendiri hingga terbentuk apabila tidak mandi/tidak merapikan kasur maka akan merasakan dampak tidak sense of responsibility.
Tips memilih anggota tim adalah pilihlah orang yang mau berkembang bersama. Berjalan dengan seseorang yang tidak ingin berkembang akan lebih berat dibandingkan berjalan dengan orang yang mau berkembang bersama karena mereka lebih mau bertumbuh bersama.
Tim akan menjadi lebih solid apabila tim tersebut sedang menghadapi tantangan/konflik/tense kemudian berhasil melewatinya. Apabila tidak ada tantangan maka cari sendiri tantangan tersebut.
Sifat leader adalah tidak pernah berhenti untuk selalu mencari cara agar project terus berjalan walaupun saat itu sedang menghadapai tantangan.
Komentar
Posting Komentar