Terkadang terdengar bunyi nafas bayi baru lahir "Grok-grok" saat bayi tidur, saat ia terjaga atau saat ia minum ASI. Hal ini tentu membuat para orangutan khawatir bahkan cemas dengan kondisi sang bayi sehingga membuat para orangtua memeriksakan bayinya ke dokter. Bahkan ada mitos yang beredar terkait kondisi ini sehingga membuat orangtua menjadi lebih khawatir.
Mitos: Nafas bayi berbunyi grok-grok karena meminum air ketuban yang tidak tuntas dibersihkan saat bayi lahir atau akibat bidan/dokter tidak membersihkan lendir dengan baik saat bayi lahir.
Faktanya adalah bunyi grok-grok saat bayi bernafas adalah hal yang normal. Hal tersebut disebabkan saat bayi lahir saluran nafasnya masih sangat sempit dan bayi masih dalam tahap belajar untuk menelan produksi ludahnya sendiri serta bayi belum mampu mengeluarkan bersin/lendirnya sendiri. Sehingga menyebabkan penumpukan lendir/ludah yang menyumbat saluran nafas bayi dan membuat bunyi nafasnya grok-grok. Namun seiringnya waktu, ukuran saluran nafas bayi akan semakin membesar dan kemampuan bayi untuk menelan ludahnya akan semakin membaik. Sehingga semakin besar bayi, maka bunyi grok-grok saat bayi bernafas akan berkurang bahkan menghilang.
Selain itu faktanya adalah bayi termasuk nose-breather yang artinya bayi cenderung bernafas melalui hidung bukan mulut. Sehingga apabila terdapat sedikit sumbatan, seperti adanya ingus atau lendir, maka akan menyebabkan timbulnya bunyi saat bayi bernafas.
Kesimpulannya adalah nafas bayi yang berbunyi grok-grok merupakan hal yang wajar selama tidak mengganggu aktivitas bayi. Selama bayi yang mengalami nafas bunyi grok-grok tersebut tidak terlihat mengalami kesulitan bernafas (sesak), maka tidak diperlukan penanganan khusus. Selain itu, selama bayi masih semangat minum ASI, tidak muntah, berat badan normal, serta lendirnya berwarna jernih dan tak berbau maka nafas berbunyi grok adalah hal yang wajar. Apabila terdapat kondisi ingus mengering sehingga membuat bayi gelisah karena sulit bernafas, maka boleh saja memberikan tetes hidung yang berisi garam fisiologis (natrium clorida 0.9%).
Sumber: Buku Orangtua Cermat Anak Sehat yang ditulis oleh dr.Arifianto, sp.A
Komentar
Posting Komentar