Langsung ke konten utama

Cara Mengatasi Bayi Kuning di Masa Awal Menyusui

Istilah medis bayi kuning adalah icterus atau jaundice akibat hiperbilirubinemia yaitu tingginya kadar bilirubin dalam darah dan jaringan tubuh. Selain disebabkan oleh organ hati bayi yang belum berkembang sempurna untuk membuang bilirubin, kondisi kuning pada bayi juga dipengaruhi oleh pemberian ASI di masa-masa awal menyusi. Bayi kuning di masa awal menyusui dibedakan menjadi 2 jenis yaitu Breastfeeding jaundice dimana kondisi kuning ditemukan di usia bayi hari ke-2 atau ke-3 setelah lahir dan Breastmilk jaundice dimana kondisi kuning ditemukan pada akhir minggu pertama kelahiran.

Breastfeeding jaundice disebabkan oleh asupan ASI yang kurang memadai untuk bayi karena produksi ASI memang masih sangat sedikit pada hari-hari awal kelahiran bayi. Akibatnya bayi mengalami kekurangan asupan makanan dari ASI sehingga bilirubin yang sudah mencapai usus tidak dapat dikeluarkan melalui anus bersama makanan akhirnya kadar bilirubin meningkat dalam tubuh dan menyebabkan kondisi kuning pada bayi tersebut. Breastfeeding jaundice tidak memerlukan pengobatan dan tidak perlu diberikan air putih ataupun minuman lainnya. Bayi sehat cukup bulan mempunyai cadangan cairan dan energi yang dapat mempertahanakan metabolismenya selama 72 jam. Pemberian ASI yang cukup dapat mengatasi Breastfeeding jaundice sehingga ibu harus menyusui bayinya lebih sering. Selain itu kolostrum pada ASI akan membantu mengurangi kadar bilirubin dalam tubuh bayi. Kolostrum akan cepat keluar dengan hisapan bayi yang terus menerus sedangkan ASI akan lebih cepat keluar dengan inisiasi menyusui dini dan rawat gabung. Cara mengurangi Breastfeeding jaundice adalah sebagai berikut:

1. Bayi baru lahir dalam waktu 30 menit segera berikan kepada ibunya lalu diletakan ke dada ibunya selama 30-60 menit (inisiasi menyusui dini)

2. Pastikan posisi dan perlekatan bayi pada payudara ibu harus benar

3. Berikan kolostrum pada ASI karena kolostrum dapat membersihkan mekonium (kotoran bayi dari dalam rahim) dengan segera. Mekonium tersebut mengandung bilirubin yang tinggi, sehingga apabila tidak segera dikeluarkan maka bilirubin tersebut dapat diserap kembali ke dalam tubuh bayi yang menyebabkan kondisi hipirbilirubinemia dan timbulnya kondisi kuning pada bayi

4. Berikan bayi kesempatan menyusu sesuai kemaunannya, minimal 8 kali sehari

5. Hindari memberikan bayi air putih, air gula atau formula pengganti sebelum ASI keluar karena hal tersebut dapat mengurangi produksi ASI 

6. Pantau kecukupan produksi ASI dengan meilhat buang air kecil bayi minimal 6-7 kali sehari dan buang air besar minimal 3-4 kali sehari

Jenis ikterus berikutnya adalah Breastmilk jaundice yang bersifat genetik, kondisi ini disebabkan oleh zat yang terkandung di dalam ASI. Kondisi bayi kuning jenis ini berlangsung lebih lama yaitu sampai 3-12 minggu. Breastmilk jaundice berhubungan dengan pemberian ASI dari seorang ibu tertentu dan biasanya akan timbul ikterus pada setiap bayi yang disusuinya. Penanganan pada kondisi ini adalah bayi harus tetap diberikan ASI dan jangan diganti dengan air putih/air gula atau formula pengganti karena protein pada ASI akan melapisi mukosa usus sehingga menghambat bilirubin dalam usus terserap kembali ke dalam tubuh. Pada kondisi tertentu bayi perlu diberikan terapi sinar (phototherapy) sesuai grafik yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics (silakan melihat dalam artikel sebelumnya).

Mitos: Menjemur bayi untuk menghilangkan kuning. Faktanya adalah menjemur bayi tidak direkomendasikan karena kadar ultraviolet yang tidak terukur akan mengenai kulit bayi serta dapat meningkatkan resiko kulit bayi terbakar sinar matahari.

referensi: 

artikel "Air Susu Ibu dan Ikterus" dari situs www.idai.or.id 

artikel "Indikasi Terapi Sinar pada Bayi Menyusi yang Kuning" dari situs www.idai.or.id


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...