Kuning pada bayi baru lahir disebabkan oleh kadar bilirubin (biasanya bilirubin indirek) yang tinggi. hal tersebut disebabkan karena hati bayi belum mampu membuang bilirubin secara sempurna. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang membuang bilirubin tersebut, sedangkan setelah lahir bayi harus mampu membuang bilirubinnya sendiri. Namun hati bayi masih dalam proses perkembangan untuk melakukan hal tersebut sehingga wajar masih ditemukan kondisi kuning pada bayi baru lahir akibat kadar bilirubin yang melebihi ambang batas normal. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut jaundice atau icterus.
Contohnya apabila ada bayi baru lahir berusia 3 hari (sekitar 72 jam) dan dinyatakan kuning oleh dokter sehingga diperiksakan kadar bilirubin totalnya, maka berapakah kadar bilirubin total yang mengindikasiskan bayi harus mendapat terapi sinar? Apabila bayi tersebut terlahir sehat, usia kehamilan pun cukup bulan dan tidak memiliki faktor resiko penyakit seperti penyakit hemolitik autoimun, defisiensi enzim G6PD, asfiksia/sesak nafas, letargi/terlahir tidak aktif, sepsis/infeksi berat, asidosis, kadar albumin < 3g/dl serta instabilitas temperatur tubuh (suhu <36,5 C atau >37,5 C). Maka grafik menunjukan bahwa bayi mendapatkan terapi sinar pada angka TSB (Total Serum Bilirubin) 20-21 mg/dl. Apabila di RS tersebut hanya memiliki fototerapi konvensional, maka angka tersebut dikurangi 2-3 mg/dl sehingga bayi terindikasi mendapat terapi sinar apabila TSB 17-18 mg/dl.
Terdapat sekitar 60% bayi baru lahir mengalami kuning dan umumnya kuning terjadi berurutan dari kepala sampai kaki. Apabila terjadi pada usia 2-14 hari maka kondisi tersebut masih dapat dikatakan hal yang normal. Kadar tertinggi bilirubin pada bayi biasanya terjadi pada usia 3-5 hari. Kondisi kuning pada bayi yang tidak wajar adalah apabila kuning terjadi dalam 24 jam pertama kelahiran bayi atau menetap sampai lebih dari 2 minggu. Apabila kondisi ini terjadi, maka diperlukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar bilirubin total dan menentukan perlu/tidaknya penanganan lebih lanjut.
Kadar bilirubin yang melebihi nilai normal membutuhkan terapi sinar (phototherapy). Kondisi ini disesuaikan dengan grafik panduan kapan seorang bayi harus mendapat terapi sinar yang dirilis oleh American Academy of Pediatrics. Apabila kondisi kuning btidak teratasi dengan terapi ini, atau saat pemeriksaan awal kadarnya sangat tinggi, kemungkinan bayi membutuhkan transfusi tukar.
Referensi: buku "Orangtua Cermat Anak sehat" yang ditulis oleh dr.Arifianto,sp.A

Komentar
Posting Komentar