Langsung ke konten utama

Normalkah kuning pada bayi baru lahir?

Kuning pada bayi baru lahir disebabkan oleh kadar bilirubin (biasanya bilirubin indirek) yang tinggi. hal tersebut disebabkan karena hati bayi belum mampu membuang bilirubin secara sempurna. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang membuang bilirubin tersebut, sedangkan setelah lahir bayi harus mampu membuang bilirubinnya sendiri. Namun hati bayi masih dalam proses perkembangan untuk melakukan hal tersebut sehingga wajar masih ditemukan kondisi kuning pada bayi baru lahir akibat kadar bilirubin yang melebihi ambang batas normal. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut jaundice atau icterus.

Terdapat sekitar  60% bayi baru lahir mengalami kuning dan umumnya kuning terjadi berurutan dari kepala sampai kaki. Apabila terjadi pada usia 2-14 hari maka kondisi tersebut masih dapat dikatakan hal yang normal. Kadar tertinggi bilirubin pada bayi biasanya terjadi pada usia 3-5 hari. Kondisi kuning pada bayi yang tidak wajar adalah apabila kuning terjadi dalam 24 jam pertama kelahiran bayi atau menetap sampai lebih dari 2 minggu. Apabila kondisi ini terjadi, maka diperlukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar bilirubin total dan menentukan perlu/tidaknya penanganan lebih lanjut. 

Kadar bilirubin yang melebihi nilai normal membutuhkan terapi sinar (phototherapy). Kondisi ini disesuaikan dengan grafik panduan kapan seorang bayi harus mendapat terapi sinar yang dirilis oleh American Academy of Pediatrics. Apabila kondisi kuning btidak teratasi dengan terapi ini, atau saat pemeriksaan awal kadarnya sangat tinggi, kemungkinan bayi membutuhkan transfusi tukar.

Contohnya apabila ada bayi baru lahir berusia 3 hari (sekitar 72 jam) dan dinyatakan kuning oleh dokter sehingga diperiksakan kadar bilirubin totalnya, maka berapakah kadar bilirubin total yang mengindikasiskan bayi harus mendapat terapi sinar? Apabila bayi tersebut terlahir sehat, usia kehamilan pun cukup bulan dan tidak memiliki faktor resiko penyakit seperti penyakit hemolitik autoimun, defisiensi enzim G6PD, asfiksia/sesak nafas, letargi/terlahir tidak aktif, sepsis/infeksi berat, asidosis, kadar albumin < 3g/dl serta instabilitas temperatur tubuh (suhu <36,5 C atau >37,5 C). Maka grafik menunjukan bahwa bayi mendapatkan terapi sinar pada angka TSB (Total Serum Bilirubin) 20-21 mg/dl. Apabila di RS tersebut hanya memiliki fototerapi konvensional, maka angka tersebut dikurangi 2-3 mg/dl sehingga bayi terindikasi mendapat terapi sinar apabila TSB 17-18 mg/dl.

Referensi: buku "Orangtua Cermat Anak sehat" yang ditulis oleh dr.Arifianto,sp.A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...