Tahun 2018 menjadi titik balik kehidupan keluarga kami. Saat itu saya mendapat artikel mengenai keluarga bu Septi & pak Dodik, saya sangat tertarik karena beliau mampu membuat anak-anaknya bermanfaat bagi masyarakat melalui project-projectnya di usia sangat muda walaupun mereka tak duduk di bangku sekolah formal. Alhamdulillah pada tahun ini kami dipertemukan dengan Institut Ibu Profesional yang kemudian membuka berbagai ilmu kehidupan yang belum pernah kami pelajari di bangku sekolah sebelumnya. Melalui Institut Ibu Profesional kami mengenal ust.Harry Santosa Hasan sebagai founder Fitrah Based Education kemudian abah Rama Royani sebagai founder Talents Mapping yang selanjutnya membawa keluarga kami mengenal guru-guru kehidupan lainnya seperti ust.Adriano Rusfi pakar pendidikan fitrah ayah bunda & pendidikan aqil baligh serta pakar pendidikan lainnya yang sejalan misi sang ustadz.
Sejak itu kami rutin mengikuti kajian-kajian beliau terutama ust.Harry Santosa. Saat mengikuti kajian beliau, saya merasakan titik cahaya yang membawa keluarga kami kepada jalanNya melalui pencarian misi spesifik kehidupan. Teringat pesan-pesan beliau dalam setiap kajiannya bahwa akhir hidup yang baik bukanlah ketika kita telah menyelesaikan misi hidup, melainkan saat kita telah berjalan on track di misi hidup yang diridhoi Allah. Maka temukanlah misi hidup spesifikmu karena Allah untuk menebar manfaat kepada ummat. Misi hidup ini ditujukan bukan untuk mencari uang namun lebih dari itu dan mengarah ke Allah, sehingga apabila misi ini sudah ditemukan dan kita on track maka rezeki dari Allah-pun akan mengikuti. Allah berkehendak bahwa agar kita menemukan peran (mission) dan maksud (purpose) kehidupan sejati yang telah Allah takdirkan untuk kita & anak-anak kita. Allah juga memerintahkan kita untuk mendidik anak-anak kita sehingga mengantarkan mereka mencapai peran (misi) sejati dan maksud sejati hidupnya.
Tahun 2019 kami niatkan untuk mengikuti edutrip umroh bersama ust.Harry namun qodarullah belum terwujud akhirnya tertunda karena pandemi hingga sekarang. Kemudian tahun 2020 kami ikuti kelas beliau FBE masterclass. Selanjutnya saya berniat mengikuti kelas bimbingan intensif namun qodarullah belum Allah izinkan karena kuota peserta sudah penuh saat itu. Akhirnya saya ikuti kembali FBE & FBL masterclass tahun 2021. Sayapun mengikuti komunitas Fitrah World Movement yang didirikan oleh beliau, kemudian Hebat Community serta komunitas-komunitas yang sejalan dengan Fitrah Based Education.
Ahad (27 juni 2021) menjadi hari yang kelam bagi saya, pagi hari saya mendapat kabar bahwa ust.Harry Santosa telah berpulang ke rahmatullah 😠seharian perasaan ini campur aduk antara sedih & tak percaya karena saya ingin terus belajar dan berguru kepada beliau. Namun, Agenda Doa Bersama online dari Koalisi Nasional Pembangunan Keluarga Indonesia (KNPK) mengajak kita agar ikhlas melepaskan beliau menemui Rabbnya. Ya Allah begitu banyak inspirasi dan ilmu yang beliau berikan kepada kami dalam perjalanan menemukan misi hidup spesifik keluarga kami.
Ust.Harry adalah orang yang sangat baik, beliau telah menunjukan jalan menuju cahaya ilahi untuk ummat. Beliau telah membawa 3 amal sejati di alam kehidupan selanjutnya. Beliau telah memiliki amal dari anak-anak yang sholeh sholehah, memiliki amal dari ilmu yang bermanfaat melalui buku-bukunya (FBE & FBL) serta harta yang digunakan di jalan Allah melalui program pendampingan FBE & FBL intensif untuk majelis taklim atau masjid-masjid secara gratis. MaasyaAllah..
Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun
Selamat jalan ust. Harry Santosa, sang pahlawan konseptor & integrator pendidikan bersasarkan fitrah. Semoga Allah memberikan kami kekuatan hati & jiwa, kemampuan, kesehatan fisik serta pikiran yang selalu optimis tanpa mengeluh untuk melanjutkan estafet perjuangan ustadz menuju peradaban yang lebih baik.
Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wafuanhu
Komentar
Posting Komentar