Baby walker mulai dikenal sejak akhir abad ke-17 yang bertujuan untuk memacu motorik kasar bayi agar sang bayi cepat berjalan. Baby walker terdiri dari kerangka keras beroda dimana bayi disangga dalam sling dengan meja mainan di depannya. Dalam baby walker bayi bergerak mendorong jari kakinya dengan cara menegakkan jari kaki sambil bersandar pada meja mainan tersebut. Sayangnya manfaat baby walker yang dianggap dapat membantu bayi berjalan tersebut, ternyata membuktikan sebaliknya yaitu memperlambat kemampuan berjalan.
Laporan dari American Academy of Pediatrics tahun 2001 mengatakan bahwa pada tahun 1999 diperkirakan bahwa sebanyak 8800 anak usia dibawah 15 bulan dibawa ke rumah sakit bagian gawat darurat karena kecelakaan akibat baby walker. Dari tahun 1973 hingga 1998 dilaporkan sebanyak 34 bayi meninggal akibat kecelakaan baby walker akibat sang bayi jatuh dan cedera kepala.
Oleh sebab itu, saat ini penggunaan baby walker dilarang karena jelas berbahaya bagi bayi yaitu:
1. Baby walker menjadikan bayi lebih tinggi sehingga mudah meraih benda di tempat tinggi, termasuk meraih gelas berisi air panas atau kompor di dapur yang dapat beresiko menyebabkan luka bakar atau membuat bayi dapat meraih obat-obatan yang disimpan di meja yang tinggi lalu memasukan ke dalam mulutnya atau bayi dapat meraih pisau di atas meja atau kabel listrik di dinding
2. Baby walker membuat bayi lebih mudah bergerak sehingga membuat bayi bergerak bebas sepanjang ruangan sehingga beresiko jatuh yang menyebabkan cedera kepala atau patah tulang serta membuat bayi dapat meluncur ke kolam renang yang menyebabkan tenggelam atau membuat bayi bergerak ke luar rumah hingga jalan raya yang beresiko menyebabkan kecelakaan karena ditabrak kendaraan
Baby walker sudah terbukti tidak membantu bayi dapat berjalan lebih cepat dibandingkan bayi tanpa memakai baby walker karena justru baby walker mengurangi keinginan anak untuk berjalan. Baby walker membuat bayi dalam kondisi nyaman dengan kemudahannya sehingga bayi malas untuk latihan berjalan. Baby walker juga menguatkan otot yang salah dalam kemampuan berjalan yaitu memperkuat otot tungkai bawah sedangkan otot tungkai atas tidak terlatih yaitu otot paha dan pinggul. Padahal sebenarnya kemampuan berjalan sangat memerlukan kekuatan otot tungkai atas. selain itu baby walker membuat bayi tidak mempelajari cara menyeimbangkan tubuhnya dalam berjalan, bayi tidak dapat melihat kaki dan jari kakinya dalam proses latihan berjalan serta baby walker menyebabkan bayi berjalan dengan ujung jari kakinya.
Sumber referensi:
Buku Orangtua Cermat Anak Sehat yang ditulis oleh dr.Arifianto,Sp.A
https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/penggunaan-baby-walker
Komentar
Posting Komentar