Langsung ke konten utama

Catatan Materi Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya

Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual atau kepuasaan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar atau tidak normal. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik.

Berbagai bentuk penyimpangan seksual adalah sebagai berikut:

1. Homoseksual 

2. Lesbian

3. Pedofilia

4. Transgender

Solusi bentuk penyimpangan seksual dapat dilakukan dengan penanganan sebagai berikut

1. Penanganan perilaku transgender dan homoseksual (LGBT)

- Terapi kognitif: bertujuan membangunkan kesadarannya bahwa yang dilakukannya salah karena tidak sesuai fitrahnya, tanpa menyudutkan serta menumbuhkan motivasi

- Terapi sosial dengan cara memasukan seseorang ke dalam lingkungan yang lebih 'bersih dan baik', guna membentuk ulang perilakunya

- Terapi behaviour: mengubah perilaku dengan psikoterapi dan menerapkan pola hidup sehat

- Melakukan konseling secara rutin

- Menghindari segala kegiatan yang meningkatkan risiko terjadinya kelainan seksual

- Apabila penyimpangan terjadi pada anak usia mumayyiz, solusinya dengan dibina dan diterapi secara psikologis, serta pendampingan oleh orang tua untuk trauma healing yang lebih cepat

2. Penanganan perilaku pedofilia

*solusi untuk pelaku

- Harus dijerat dengan hukum agar menimbulkan efek jera

- Pengobatan untuk mengubah perilaku untuk jangka panjang. Pengobatannya berupa tindakan observasi dan antisipasi dari tindakan kriminal

*solusi untuk korban (anak-anak) yaitu dengan pemberian perlindungan agar kejadian tidak terulang serta pemeriksaan kesehatan reproduksi anak

Pencegahan penyimpangan seksual

1. Orang tua

a. Dari segi aqidah, mengajarkan iman dan takwa kepada anak

b. Dari segi akhlak, mengajarkan konsep malu dan batasan aurat pada anak, mengajak anak untuk selalu menutup auratnya kepada orang lain serta menjaga auratnya dengan baik

c. Pendidikan seksualitas kepada anak 

2. Sekolah

• Memberikan pemahaman pada siswa TK/SD mengenai cara menjaga diri agar tidak disentuh orang lain, edukasi pada siswa SD tingkat akhir terkait masa baligh, dan pemahaman mengenai tanggung jawab dan konsekuensi yang ditanggung apabila melanggar norma terkait perilaku seksual pada siswa SMP/SMA.

• Memiliki aturan yang tegas terkait perilaku penyimpangan seksual yang terjadi di sekolah. pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. Sebab, menurut data KPAI, banyak guru dan kepala sekolah yang belum tahu tentang peraturan tersebut.

3. Masyarakat

• Mengawasi dan menegur apabila menemukan perilaku penyimpangan seksual

• Melaporkan perilaku penyimpangan seksualitas kepada pihak yang berwenang

• Membuat inovasi terkait pendidikan seksualitas dan kontrol sosial seperti inovasi untuk mencegah penyimpangan seksual. Contohnya, aplikasi DDS (deteksi disorientasi seksual) sebagai pendeteksi perilaku penyimpangan seksual melalui game berbasis mobile learning untuk anak usia dini dari salah satu mahasiswa prodi PG PAUD FIP Universitas Negeri Malang

4. Lembaga terkait

- Memberikan penyuluhan terkait penyimpangan sosial dan bahayanya.

- Memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan apabila menemui kasus penyimpangan seksual.

- Membantu proses rehabilitasi korban dan pelaku penyimpangan seksual.

- Menindak pelaku penyimpangan seksual sesuai dengan hukum yang berlaku.


sumber referensi: 

Materi slide presentasi Topik 8 Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya yang disusun oleh kelompok 27 IP Sidoarjo Mojokerto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...