Mimisan adalah kondisi terjadinya perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat di hidung. Pembuluh darah yang terdapat di hidung terletak di permukaan kulit dan tak terlindungi oleh apapun sehingga mudah terjadi iritasi dan perdarahan. Umumnya mimisan terjadi secara tiba-tiba dan dapat berhenti sendiri. Biasanya terjadi pada usia anak 2 hingga 10 tahun. Mimisan paling sering terjadi jika terdapat perbedaan suhu yang ekstrim antara di dalam dan luar ruangan seerta saat udara kering. Walaupun demikian, mimisan yang umumnya terjadi pada 60% masyarakat namun hanya 6 % yang membutuhkan pertolongan medis.
Berdasarkan lokasi perdarahan hidung, mimisan dibagi menjadi dua yaitu perdarahan bagian depan hidung dan perdarahan bagian belakang hidung. Umumnya 90% lebih kasus mimisan terjadi akibat perdarahan di bagian depan hidung. Sedangkan perdarahan bagian belakang hidung jarang terjadi pada anak karena umumnya mimisan jenis ini diakibatkan kelainan pembekuan darah, tumor, atau inflamasi. Mimisan yang terjadi di bagian belakang hidung gejalanya lebih berat dan beresiko menyebabkan sumbatan saluran jalan napas, tertelannya darah, dan sulitnya mengontrol perdarahan.
Pertolongan pertama saat anak mimisan
1. Orangtua bersikap tenang terlebih dahulu kemudian sarankan anak agar tenang karena anak memiliki resiko menelan darah yang dapat menyebabkan sumbatan jalan napas apabila anak panik
2. Posisikan kepala anak menghadap kebawah, kemudian tekan hidung bagian depan secara perlahan 5-10 menit. Apabila mimisan masih terjadi maka ulangi proses ini 5-10 menit
3. Arahkan anak untuk bernapas melalui mulut, keluarkan darah yang tertelan dan jangan menelan ludah karena dapat menyebabkan mual dan tersedak
4. Jangan biarkan anak berbaring terlentang selama mimisan karena dapat menyebabkan batuk, tersedak ataupun muntah
Kapan membawa anak ke dokter saat mimisan?
1. Mimisan berulang
2. Mimisan dengan perdarahan aktif dan banyak hingga menyebabkan anak pucat bahkan pingsan
3. Mimisan tidak berhenti walaupun setelah dilakukan penekanan hidung dengan 3 kali pengulangan tiap 10 menit
4. Mimisan terjadi akibat anak memasukan sesuatu ke lubang hidung
5. Mimisan yang menyebabkan anak mengalami sumbatan jalan napas
6. Mimisan yang terjadi akibat anak terbentur kepalanya dan jatuh
7. Anak memiliki riwayat mudah lebam yang muncul di kulitnya atau mudah berdarah walaupun luka minimal
Apabila mimisan terjadi tiba-tiba saat anak mengalami pilek, maka seiring pilek mereda maka mimisan akan berkurang. Mimisan juga dapat terjadi pada anak yang mempunyai rhinitis alergi dan pemberian semprot hidung berisi larutan natrium klorida 0,9% dapat membantu mengurangi keluhan saat mimisan karena hal tersebut menciptakan kondisi lembap dalam rongga hidung.
Sumber referensi:
Buku Orangtua Cermat Anak Sehat yang ditulis oleh dr.Arifianto, Sp.A
https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mimisan-kapan-berbahaya
Komentar
Posting Komentar