Langsung ke konten utama

Pengalaman Magang Sebagai Petugas Swab di Pusat Karantina COVID-19 Samarinda

Pagi hari saya sudah berada di ruang cempaka Pusat Karantina Covid Bapelkes. Saat itu saya ditemani rintik hujan menunggu kedatangan teman dari puskesmas lain. sambil menunggu saya berkesempatan mengambil dokumentasi bagaimana rapinya ruang ganti APD level 1 disana. Saya perhatikan di ruang ganti tersebut yang cukup luas terdapat 2 loker yaitu loker untuk menaruh baju ganti, sandal ganti, jilbab ganti bagi perempuan berhijab serta loker untuk perlengkapan linen lainnya. di samping loker tersebut ada kamar ganti baju kerja layaknya kamar pas di toko baju. Kemudian ada 2 poster yang ditempel disana, poster tahapan menggunakan APD level 2 dan tahapan memakai APD level 3. Selanjutnya saya perhatikan disana ada walkie-talkie sebagai sarana komunikasi antar petugas. Di tengah ruangan terdapat meja besar beserta kursi dan layar proyektor layaknya ruang pertemuan. Sebelum pandemi covid, bapelkes biasanya digunakan sebagai tempat pelatihan atau asrama haji. Namun selama pandemi bapelkes difungsikan sebagai Pusat Karantina covid Samarinda.

Setelah teman-teman dari Puskesmas lain datang, kami pun berganti baju kerja yang sebelumnya telah disiapkan oleh salah satu petugas Pusat Karantina tersebut. Kemudian kami diarahkan menuju ruang ganti APD level 3. Selama diperjalanan saya perhatikan banyak tanda mengenai zonasi. Dari ruang ganti APD level 1 kami berada di zona kuning, kemudian melewati toilet zona kuning. Saya berkesempatan untuk masuk ke toilet tersebut yang merupakan ruang ganti APD level 1 dan 2. Toiletnya bersih, rapi dan teratur serta ada beberapa tanda peringatan tempat sampah untuk limbah infeksius. Tisu, sabun, shampoo lengkap disediakan di toiletnya serta terdapat loker petugas.

Selanjutnya kami berjalan menuju ruang ganti APD level 3, sebelum itu saya lihat ada loker petugas dan di lantai terdapat tanda lakban berwarna merah yang artinya di depan sana sudah zona merah, sehingga sepatu yang dibawa dari rumah ditaruh sebelum tanda merah tersebut. Tak jauh dari loker tersebut, beberapa meter di sisi kanannya terdapat ruang ganti APD level 3, mereka menyebutnya ruang triase. Petugas yang memandu kami menunjukan melakukan disinfeksi sendal jaga sebelum kami masuk ruangan dengan cara menyemprot telapak sendalnya dengan larutan disinfektan. 

Di dalam ruang ganti APD level 3 saya lihat di samping pintu masuk bagian dalamnya sudah terdapat beberapa tempat sampah medis dan non medis. Kami disambut ramah oleh para petugas ruangan tersebut. APD yang akan kami gunakan pun disiapkan oleh mereka sesuai ukuran kami masing.masing. Saya sangat berterimakasih kepada para petugas Pusat Karantina karena disana kami dibimbing dalam penggunaan APD level 3, walaupun sebelumnya kami telah mendapatkan teorinya, namun saat prakteknya kami pun tetap perlu bimbingan dari ahlinya. Setelah berganti APD level 3, kami dipandu menuju tempat pemeriksaan swab pasien.

Tempat pengambilan sampel swab bertuliskan zona kuning, tempatnya seperti pendopo ruang terbuka, dikelilingi beberapa tanaman hijau. Di dalam pendopo tersebut terdapat beberapa kursi serta perlengkapan pengambilan sampel swab kemudian cold box untuk menyimpan hasil swab serta box berisi perlengkapan lainnya. Kami pun praktik mengambil sampel swab disana sekitar 3 jam dan ada sekitar 150an pasien yang kami periksa. Ada beberapa kursi pasien untuk pengambilan sampel swab disana dan setiap selesai pengambilan sampel swab, kami bersihkan dengan menyemprot cairan disinfektan.

Setelah selesai jam 12an siang, kami dipandu menuju ruang lepas APD. Perjalanannya cukup panjang, melewati lorong-lorong komplek bapelkes dan jalan yang cukup menanjak. Akhirnya kami sampai di lorong khusus lepas APD. Lorongnya tampak bersih dengan beberapa deretan ember, disebelah kiri lorong ada kamar mandi dan loker serta diseberang lorongnya, tak jauh dari deretan ember disertai kran air dan wastafel untuk cuci tangan. Kami satu persatu bergantian melepas APD level 3 dengan dipantau oleh 2 orang petugas pusat karantina bapelkes dari jarak yang cukup jauh. Urutan melepas APD level 3 harus benar dan dilakukan hati-hati karena ini adalah limbah infeksius yang tidak bisa dibuang sembarangan. Deretan ember disana adalah tempat limbah medis infeksius, ada yang berisi cairan klorin untuk APD yang digunakan ulang dan ada juga tempat limbah medis sekali pakai atau langsung buang. Saat melepas APD tersebut, kaki kami tidak boleh menyentuh lantai sehingga setelah urutan pertama yaitu melepas sepatu boot untuk dimasukan ke dalam ember berisi klorin, maka kami diarahkan langsung mengambil sendal bersih yang sudah disiapkan disamping embernya. Setiap selesai melepas satu APD, kami diharuskan menggunakan handsanitizer sebelum melepas APD berikutnya. Begitu seterusnya, 2 petugas pusat karantina terus memantau dan membimbing kami dalam melepas APD. setelah selesai melepas semua APD, maka kami diarahkan mencuci tangan dengan sabun lalu menuju kamar mandi. Ternyata di kamar mandi sudah disiapkan baju ganti yang kami bawa dari rumah. Setelah mandi dengan bersih dan berganti baju, kami diperbolehkan pulang oleh petugas melewati jalan yang tadi pagi kami lewati.

Sungguh ini pengalaman berharga bagi kami dan sangat berkesan, betapa ketatnya protokol kesehatan disana sebagai upaya agar para petugas aman terlindungi dari penularan COVID-19 di lingkungan pusat karantina COVID-19.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merimbunkan Pohon Baca #13

Nama: Rumaisha Khoirotun Hisan Kelompok Usia Pondok: 0-6 tahun Rencana Project: - Membacakan buku cerita kepada anak setiap hari kemudian ananda menempelkan daun/buah di pohon baca setelah selesai dibacakan buku - Project ini bertujuan untuk melihat respon ananda merimbunkan pohon baca dengan menempelkan daun/buah setiap selesai dibacakan buku - Dokumentasi dalam bentuk foto dan video ananda menempel daun/buah di pohon baca Sumber Referensi & Media Digital: Buku Kisah Umar bin Al Khattab halaman 28 dengan judul umar bin al khattab menjadi khalifah Aplikasi editing Foto: FotoRus Aktivitas Harian: Hari ini umi yang menjadi petugas pembaca bukunya dan abi bertugas sebagai dokumentasi. Kemudian setelah membacakan buku kepada kaka Rumaisha, kami meminta ia merimbunkan pohon baca lagi. Ternyata hari ini ia meminta dibuatkan buah jambu air untuk ditempel di pohon baca. Abi yang menggambar buahnya kemudian saya review kembali kisah yang telah dibacakan dan diakhir ia sampaikan kalau perasa...

Yuk Kenali Batuk Pilek pada Anak

Taukah bunda bahwa batuk dan pilek bermanfaat untuk kita?  Batuk dan pilek sebenarnya diciptakan untuk membuang benda asing seperti virus, bakteri, debu, lendir dan partikel kecil lain yang masuk ke dalam saluran napas kita dimulai dari tenggorokan hingga organ paru. Batuk diciptakan untuk menjaga saluran napas tetap bersih agar seseorang tidak mengalami sesak napas. Sedangkan pilek yang berupa ingus atau lendir juga bertujuan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas atas manusia. Batuk pilek dalam istilah medis disebut common cold atau selesma yaitu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran napas atas (hidung sampai tenggorokan). Gejala common cold atau selesma adalah ingus meler atau hidung mampet, batuk, dan dapat disertai demam, sakit kepala, nyeri otot serta nyeri menelan. Ada banyak virus yang dapat menyebabkan selesma, namun jenis  rhinovirus  yang paling sering menginfeksi manusia, meskipun  rhinovirus  juga memiliki 100 jenis virus berbe...

Tantangan Komunikasi Produktif #2

B ismillah.. Temuan hari ini adalah masih mengajak kakak Rumaisha untuk mandi tanpa paksaan. Alhamdulillah tadi pagi kakak sedang dalam kondisi good mood , saya mencoba menerapkan komunikasi produktif lagi, alhamdulillah responnya sangat baik walaupun agak lambat dikerjakan. Tapi saya bahagia melihatnya karena kakak akhirnya mau mandi sendiri tanpa dipaksa. Tantangan yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan agar kakak mau mandi sendiri tanpa paksaan. Tapi sebagai orangtua kita harus memiliki stok sabar yang banyak dan mampu mengendalikan emosi. Bagi saya, anak dan orangtua dalam hal ini sama-sama belajar sehingga harus menjalankannya dengan tenang dan bahagia. Poin Komunikasi produktif hari ini adalah: Pemilihan kata dengan mengganti kata perintah dengan pilihan KISS (Keep Information Short & Simple) Mengendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah Mengatakan apa yang diinginkan bukan yang tidak kita inginkan Mengendalikan emosi Rencana untuk esok hari adalah mela...