3 konsep manusia (human nature) dalam pandangan psikologi barat adalah:
- 1. Freudian Psychoanalisis
- 2. Radical Behaviorism
- 3. Humanistic Psychology
Dampak human nature dalam pandangan barat bagi manusia khususnya dalam merancang kegiatan adalah hal tersebut menjadi cara pandang pendidikan yang keliru yang kemudian membentuk filsafat pendidikan dan diturunkan menjadi sistem pendidikan yang menolak hakikat kebenaran dalam diri manusia, menolak adanya jiwa dan fitrah dalam diri manusia sehingga menjadi rancangan sistem pendidikan yang berlawanan dari kehendak Allah dan melawan fitrah yang Allah ciptakan dalam diri manusia. Dampak lebih lanjutnya adalah menjadikan hidup tidak seimbang karena terjadi penyimpangan fitrah pada anak didik, peserta didik menjadi membenci agama, malas beribadah apalagi berdakwah, tidak memiliki gairah dalam belajar kecuali dipaksa atau motif mengejar prestasi saja, bingung bakatnya, kurang tangguh, lambat dewasa, gejala penyimpangan seksual, tidak memiliki bonding dengan orang tua, pola hidup yang buruk, tutur kata yang buruk dan malas bergerak.
Konsep manusia (human nature) dalam pandangan barat sangat berbeda dengan human nature dalam islam. Human nature dalam pandangan barat adalah konsep manusia berdasarkan perspektif sekuler, sebuah konsep tanpa jiwa, tanpa tuhan dan tanpa bersumber dari kitabullah sehingga mengarahkan pada tujuan yang salah yaitu tujuan hidup tanpa tuhan seperti tujuan hidup untuk seks, tujuan hidup berpusat egosentrik untuk perbaikan sosial ekonomi atau untuk karir/pekerjaan atau konsep yang menyatakan bahwa manusia adalah seperti kertas kosong sehingga dapat dicetak suka-suka dan sesuai kemauan. Sedangkan human nature dalam islam bersumber dari kitabullah dengan tujuan menuju Allah swt. Konsep manusia dalam islam adalah sebuah konsep bahwa manusia bukanlah seperti kertas kosong melainkan sudah membawa kebaikan-kebaikan sejak lahir. Konsep manusia dalam islam ini adalah konsep yang sesuai kehendak Allah swt, sesuai tujuan penciptaan dan sesuai fitrah yang Allah ciptakan pada diri manusia.
3 unsur stabilitas dalam kehidupan adalah
- 1. Allah
- 2. Fitrah (human nature)
- 3. Kitabullah
Unsur-unsur stabilitas ini penting dalam kehidupan maupun dalam mendidik anak. 3 unsur stabilitas inilah yang membuat kehidupan manusia menjadi seimbang. Allah menjadi orientasi kehidupan karena Allah adalah murobbi/pendidik secara mutlak, Allah yang menciptakan fitrah dan menganugerahkan berbagai bakat manusia, selain itu Allah pula yang menyediakan jalan bagi tumbuh berkembang dan berkerjanya fitrah serta bakat-bakat manusia secara bertahap. Sedangkan Fitrah sebagai benih (internal guidance) yang harus dirawat sebaik mungkin agar mampu mengenal Allah dan mempelajari kitabullah sehingga manusia siap ma’rifatullah dan siap mengemban tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Unsur stabilitas yang ketiga adalah kitabullah sebagai external guidance yang menjadi sumber ilmu pengetahuan dan panduan dalam menjalani kehidupan.
Ada
4 komponen dalam jiwa yaitu:
- 1. Ruh (spirit)
- 2. Qalb (hati)
- 3. Aql (akal)
- 4. Nafs (diri)
Peran/pengaruh fitrah terhadap komponen jiwa adalah sebagai konsep dasar jiwa dan sebagai internal guidance yang menaungi komponen jiwa sehingga mempengaruhi jiwa dan membawa semua aspek jiwa menuju Allah swt dan mengarah ke langit. Sedangkan ilmu (wahyu) berperan sebagai external guidance yang menjadi panduan dalam menjalani tahapan kehidupan.
8 aspek dimensi fitrah adalah
- 1. Fitrah keimanan
- 2. Fitrah jasmani
- 3. Fitrah belajar dan bernalar
- 4. Fitrah seksualitas
- 5. Fitrah Individualitas dan sosialitas
- 6. Fitrah perkembangan
- 7. Fitrah bakat dan kepemimpinan
- 8. Fitrah estetika dan bahasa
Aspek dimensi fitrah tersebut semua mengarah kepada Allah swt, apabila fitrah tersebut ditumbuhkan dengan baik maka akan membawa jiwa menuju keimanan kepada Allah swt.
Komentar
Posting Komentar