Taukah bunda bahwa batuk pilek yang umum diderita oleh anak maupun dewasa adalah batuk pilek akibat selesma (common cold). Batuk pilek akibat selesma (common cold) disebabkan oleh infeksi virus yang akan sembuh sendiri seiring waktu sehingga penanganannya tidak membutuhkan antibiotik. Apabila ingus atau dahak berubah warnanya menjadi kehijauan, kekuningan dan semakin mengental, hal itu bukan berarti bahwa telah terjadi infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik. Melainkan hal tersebut disebabkan adanya gerombolan bakteri baik di saluran napas karena pada dasarnya seluruh lapisan tubuh manusia dihuni oleh bakteri baik, termasuk di saluran napas. Sehingga hal tersebut tidak membutuhkan antibiotik.
Gejala-gejala berikut juga dapat menyertai selesma dan tidak membutuhkan kunjungan ke dokter:
1. Demam mencapai 3 hari
2. Nyeri tenggorokan dirasakan sampai 5 hari disertai dengan gejala selesma lainnya
3. Ingus meler dan hidung mampet mencapai 2 minggu
4. Batuk sampai dengan 3 minggu
Gejala-gejala yang dicurigai adanya infeksi bakteri dan mungkin membutuhkan terapi antibiotik pada batuk-pilek setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter yaitu sebagai berikut:
1. Nyeri telinga atau keluar cairan dari telinga
2. Nyeri daerah sinus yang tak kunjung hilang
3. Sesak napas
4. Demam lebih dari 3 hari terutama apabila demam tidak disertai gejala lain
5. Demam berulang setelah bebas demam 24 jam
6. Nyeri tenggorokan lebih dari 5 hari
7. Ingus yang tak kunjung reda lebih dari 2 minggu
8. Batuk lebih dari 3 minggu
Antibiotik digunakan apabila terdapat kecurigaan adanya infeksi bakteri streptococcus (strep throat), gejala utamanya adalah radang tenggorokan walaupun tidak semua radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada anak yang berusia diatas 3 tahun gejalanya disertai demam tinggi, pembesaran amandel dan pembesaran kelenjar getah bening di leher serta kadang disertai dengan selaput putih di langit-langit sekitar amandel. Diagnosis infeksi bakteri dipastikan dengan pemeriksaan kultur dari swab tenggorok dengan hasil ditemukan adanya bakteri streptococcus beta haemoliticus atau bakteri jenis lainnya. Infeksi bakteri jenis ini harus mendapat terapi antibiotik yang tepat karena jika tidak, maka hal ini akan menimbulkan komplikasi berupa abses atau adanya nanah di tenggorokan dan penyebaran infeksi ke organ tubuh lainnya seperti telinga, ginjal dan jantung.
Sumber: buku Orangtua Cermat Anak Sehat yang ditulis oleh dr.Arifianto, Sp.A
Komentar
Posting Komentar