Tantangan ketiga dari kelas Pra-Bunsay kali ini menurut saya lebih menantang karena disini peserta diminta membuat rute perjalanan tentang ilmu yang ingin dipelajari, ditingkatkan, dilatih serta ilmu yang dapat dibagikan. Kemudian peserta diminta menemukan tantangan yang mungkin akan dihadapi serta cara mengatasinya.
Bismillah,
Menjadi istri dan ibu adalah peran baru bagi seorang wanita dalam kehidupannya. Oleh karena itu diperlukan ilmu untuk menjalani peran tersebut. Ilmu ini tidak dipelajari secara formal seperti ilmu-ilmu lain di universitas atau perguruan tinggi, melainkan harus dicari dan dipelajari dari para ahlinya di universitas kehidupan. Pada NHW 1 matrikulasi saya sebut ilmu ini dengan ilmu berumah tangga.
Rumah tangga terdiri dari sekelompok orang yang tinggal bersama-sama di sebuah tempat tinggal. Umumnya dalam rumah tangga dipimpin oleh sepasang suami istri yang kelak amanahnya akan diminta pertanggungjawaban di hari akhir. Dalam menjalankan amanah tersebut hendaknya rumah tangga memiliki visi dan misi keluarga. Sehingga untuk mencapai hal tersebut diperlukan suatu ilmu yaitu ilmu berumah tangga.
Ilmu berumah tangga terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu diantaranya ilmu pengasuhan anak, ilmu memasak, ilmu mengatur keuangan keluarga, ilmu kerapian dan kebersihan rumah, ilmu kesehatan keluarga dan lain sebagianya. Berdasarkan hal ini, ilmu yang ingin saya pelajari adalah ilmu pengasuhan anak metode parenting nabawiyah dan metode pendidikan berdasarkan fitrah, ilmu mengatur keuangan keluarga serta ilmu kerapian dan kebersihan rumah. Sedangkan ilmu yang ingin saya tingkatkan dan saya latih adalah ilmu menemukan misi hidup dan misi keluarga, ilmu pengasuhan anak metode montessori dan ilmu memasak. Ilmu yang dapat saya bagikan adalah ilmu kesehatan keluarga.
Ilmu berumah tangga ini tidak dipelajari secara formal, sehingga untuk mencari dan mempelajarinya butuh kesungguhan dan pengorbanan yang tidak mudah serta tidak luput dari berbagai tantangan yang akan menghadang. Tantangan yang mungkin akan saya hadapi adalah mengenai manajemen waktu dan konsistensi semangat belajar yang kadang tidak terjaga serta keluhan dari anggota keluarga yang merasa dinomor duakan saat aktivitas menuntut ilmu.
Ibu Profesional memiliki core value dalam menuntut ilmu yaitu 5B (Belajar, Berkembang, Berkarya, Berbagi, dan Berdampak). Ibu Profesional juga memiliki karakter moral untuk mengatasi tantangan dalam menuntut ilmu yang akan dihadapi yaitu Always On Time, Never Stopped Running The Mission Alive, Sharing is Caring, I Know I Can Be Better, dan Don't Teach Me I Love to Learn. Berdasarkan hal tersebut, cara saya dalam mengatasi tantangan yang mungkin akan dihadapi adalah pertama, bersiap berkorban dari segi waktu, tenaga, dan pikiran. Saya perlu manajemen waktu yang lebih baik dengan mengorbankan waktu istirahat malam disaat anggota keluarga lain tidur disanalah waktu yang tepat untuk saya belajar. Kedua, saya dan suami harus menemukan misi hidup dan misi keluarga kemudian berkomitmen untuk menjalankannya hingga akhir hayat serta senantiasa berbagi manfaat dan tak berhenti belajar untuk menjadi lebih baik. Ketiga, saya perlu membangun kerjasama yang baik dengan anggota keluarga selama masa menuntut ilmu dalam rangka penemuan misi keluarga serta saat menjalankan misi keluarga kami kelak.
Akhir kata semoga Allah meridhoi dan memudahkan segala upaya kami dalam menuntut ilmu serta memberikan petunjuk agar kami dapat menemukan misi keluarga dan menjalankan misi tersebut hingga kami dipertemukan kembali di surgaNya. Aamiin...

Komentar
Posting Komentar