Tantangan kedua di kelas Pra-Bunsay pulau cahaya bunda sayang adalah menceritakan jurnal pengalaman dalam berkomunitas berdasarkan prinsip dan COC Ibu Profesional.
Bismillah,
Saya mengenal Ibu Profesional berawal dari tulisan tentang kisah anak-anak ibu Septi Peni Wulandani yang sukses dan mandiri di usia sangat muda, hal menarik lainnya adalah ketiga anak tersebut tidak sekolah formal layaknya anak-anak pada umumnya. Selanjutnya saya mencari informasi tentang ibu Septi Peni Wulandani dan hasil pencarian tersebut mengantarkan saya pada Institut Ibu Profesional. Tahun 2018 saya mendaftarkan diri sebagai mahasiswa kelas matrikulasi Ibu Profesional. Komitmen saya di institut ini bertambah kuat saat di akhir tahun 2018 mengikuti workshop Ibu Profesional di kota Samarinda. Workshop "A Home Team" dari Ibu Profesional regional Samkabar yang menghadirkan langsung ibu Septi Peni Wulandani dan sang suami, bapak Dodik Mariyanto. Tahun 2019 saya selesai kelas matrikulasi dan resmi bergabung sebagai anggota Ibu Profesional Samkabar. Kini sudah 2 tahun lamanya saya bergabung di komunitas yang sangat kaya manfaat dan inspirator perubahan diri dan keluarga menjadi lebih baik.
Ibu Profesional bukanlah komunitas receh tanpa aturan yang sekedar kumpulan para ibu sebagai anggota dan pengurusnya, namun komunitas ini adalah komunitas besar yang sarat aturan dan kode etik yang disusun sebagai pedoman perilaku bermartabat dalam lingkup Ibu Profesional. Selama 2 tahun di komunitas ini, saya merasakan perubahan diri dan keluarga menjadi lebih baik. Hal ini membuat saya ingin terus bergabung dan tumbuh bersama Ibu Profesional. Namun untuk tetap berada dalam komunitas ini, anggotanya harus patuh pada pedoman perilaku bermartabat atau yang biasa disebut code of conduct (COC) Ibu Profesional.
Selama 2 tahun bergabung dengan komunitas ini, pernah saya terlupa terhadap COC Ibu Profesional tepatnya setelah selesai matrikuasi dan bergabung di grup whatsapp komunitas Ibu Profesional. Saya tidak menjadikan grup whatsapp tersebut sebagai prioritas bahkan lebih sering menjadi silent reader dan ternyata hal tersebut merupakan tindakan nista di Ibu Profesional. Konsekuensi yang saya dapatkan adalah saya banyak ketinggalan informasi penting tentang aktivitas di komunitas ini sehingga saat itu saya di keluarkan dari grup komunitas hanya karena memilih institut tanpa memilih komunitas saat penjurusan disebabkan asumsi pribadi yang keliru tanpa klarifikasi kepada pengurus. sejak saat itu saya meyakini bahwa komunitas ini bukanlah komunitas sembarangan, melainkan komunitas berprinsip kuat yang hanya dapat diikuti oleh para anggota yang juga berkomitmen kuat untuk saling tumbuh dan melangkah bersama. Oleh sebab itu, mulai saat ini saya menempatkan komunitas ini sebagai prioritas dalam pendidikan keluarga saya dan lebih patuh terhadap COC yang telah ditetapkan dalam lingkup Ibu Profesional.
Demikian kisah pengalaman saya selama bergabung dengan komunitas Ibu Profesional yang luar biasa ini, semoga kisah ini dapat bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalankan peran di kehidupan dengan bersungguh-sungguh.

Komentar
Posting Komentar