Akhirnya kami sampai pada tantangan terakhir di kelas Pra-Bunsay, disini peserta diminta menyelami diri sendiri, mencari gambaran diri saat ini, kemudian menceritakan kondisi diri setelah bergabung di IIP, apa yang diperjuangkan kedepan, dan apa kesamaan diri dengan IIP.
Bismillah,
Gambaran diri saya saat ini adalah saya seorang visioner yang senang merencanakan masa depan dan memiliki impian menembus batas realita kehidupan. Saya juga sebagai interpreter yang senang berkomunikasi menjelaskan tentang suatu hal, saya sangat senang apabila dapat membagikan ilmu yang saya kuasai. Selain itu saya adalah seorang motivator yang senang memberi semangat kehidupan bagi orang-orang sekitar termasuk kepada para pasien. Saya juga adalah seorang pembelajar dan menyukai belajar tentang hal-hal baru, terutama ilmu mengenai rumah tangga dan peran baru saya setelah menikah yaitu sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak. Setelah menikah, saya mencoba mempelajari banyak hal tentang ilmu rumah tangga, termasuk belajar memahami kondisi kehamilan anak pertama. Namun, karena banyaknya ilmu yang terhampar di media maya, saya mengalami tsunami informasi sehingga proses belajar menjadi tak terarah. Setelah 2 tahun menikah, tepatnya di tahun 2018, alhamdulillah Allah berikan petunjuk melalui Institut Ibu Profesional (IIP).
Setelah bergabung dengan IIP, alhamdulillah pikiran saya menjadi lebih terbuka mengenai ilmu berumah tangga. Saya pun menjadi lebih semangat dalam menjalani kehidupan karena impian-impian masa depan keluarga kami mulai terpampang nyata. Awal mengikuti kelas matrikulasi di IIP, kami diminta menguatkan bonding antar anggota keluarga, terutama bonding dengan pasangan untuk membangun kesamaan frekuensi dalam menyatukan visi dan misi keluarga. Selanjutnya kami diminta menetapkan peta jalan menuntut ilmu agar terarah untuk mencapai tujuan akhir dilanjutkan membuat design pembelajaran, jadwal harian, peta kekuatan diri, dan menemukan tantangan selama belajar di IIP serta solusinya serta menentukan target capaian tahunan di kehidupan keluarga kami. Setelah menjalani tahap belajar di kelas matrikulasi IIP, saya merasakan hidup saya menjadi lebih terarah dan percaya diri dalam menjalani kehidupan berumah tangga sebagai seorang istri dan ibu.
Tahapan-tahapan belajar di IIP mengantarkan kami pada penemuan misi dan visi keluarga. Kami sepakat bahwa misi keluarga kami adalah berjuang dalam ranah pendidikan anak untuk membangun generasi pejuang islam serta berjuang untuk meningkatkan ekonomi ummat. Sedangkan visi keluarga kami adalah menjadi keluarga pejuang generasi peradaban dan ekonomi ummat. Semoga Allah meridhoi dan memudahkan kami untuk mewujudkan misi dan visi keluarga kami tersebut.
Bagian terakhir dalam tantangan ini adalah mengenai kesamaan diri dengan IIP. Terkait hal ini, saya sangat suka dengan ungkapan yang sering diucapakan di IIP yaitu "Birds with the same feathers flock together" yang artinya burung dengan jenis/warna bulu yang sama akan berkumpul bersama. Maka di IIP saya pun merasakan banyak sekali kesamaan diri, sesuai dengan core value Ibu Profesional yaitu semangat Belajar, terus Berkembang, aktif Berkarya, selalu Berbagi, dan selalu Berdampak. Meskipun diri saya belum sempurna menjalankan 5B core value tersebut tapi saya akan terus semangat dan berjuang agar dapat menjalankan hal tersebut secara bertahap dimulai dari keluarga kecil kami dengan proses melingkar mekar hingga suatu saat nanti Allah yang akan menunjukan jalan agar kami dapat senantiasa berkarya, berbagi dan berdampak bagi semesta.

Komentar
Posting Komentar