Akhirnya kami selesai menjalani 4 wahana di pantai pulau cahaya. Kini saatnya mengalirkan rasa yang kami alami selama 4 pekan ini sebelum berpindah ke petualangan bentang pulau cahaya.
Bismillah,
Semenjak mengikuti perkuliahan di Institut Ibu Profesional, saya merasakan menjadi pribadi yang lebih mengenal diri dan perjalanan hidup pun menjadi lebih terarah serta yang terpenting adalah diri ini menjadi pribadi yang lebih bahagia. Tidak hanya di petualangan pantai pulau cahaya, melainkan juga dari awal mengikuti matrikulasi, saya sangat bahagia menjalani semua tantangan yang disajikan. Tantangan tersebut membuat saya lebih mengenal diri, kemudian menjadi lebih memahami pasangan serta anak-anak dan orang lain sekitar. Rasa bahagia ini pun selalu ingin saya tularkan kepada orang-orang terdekat. Hal inilah menjadi alasan mengapa saya tetap berada di Ibu Profesional dan saya mengajak teman-teman saya lainnya untuk ikut bergabung agar dapat merasakan rona bahagia seperti apa yang saya rasakan.
Wahana pertama di pantai pulau cahaya adalah wahana istana pasir dimana peserta diminta melakukan selftalk sebagai investigator diri untuk menemukan seperti apakah istana pasir yang hendak dibangun. Disini kami mendalami diri kami masing-masing, bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan semuanya sudah ditentukan oleh Allah swt. Ada maksud dan tujuan Allah kepada setiap makhlukNya, terlebih bagi kami yang sudah berkeluarga, kami yakin bahwa pernikahan ini bukanlah suatu kebetulan tapi sudah direncanakan oleh Allah dengan maksud dan tujuan spesifik. Penemuan maksud dan tujuan spesifik itulah yang terus kami usahakan dan kami minta petunjukNya selalu. Istana pasir kami ibaratkan sebagai bentuk a home team bagi keluarga kami. Setelah perenungan beberapa hari tersebut, kami menemukan bentuk istana pasir yang sesuai dengan tim keluarga kami yaitu KASTIL PEJUANG AL-QUDS.
Wahana kedua di pantai pulau cahaya adalah wahana surfing dimana peserta diminta menceritakan pengalaman berkomunitas di Ibu Profesional selama ini. Hal ini mengingatkan saya kembali dengan COC IP yang sudah mulai tergerus waktu, terutama bagi saya alumni matrikulasi 7 yang sudah lebih setahun tidak terlibat perkuliahan sehingga COC IP tersebut mulai terlupakan.
Wahana ketiga di pantai pulau cahaya adalah wahana wake boarding dimana peserta diminta menuliskan peta perjalanan menuntut ilmu yang mau dipelajari, ditingkatkan serta dibagikan. Hal ini membuat aya sangat terkesan dengan setiap tantangan wahana Ibu Profesional, disini kami dididik untuk menjadi pribadi yang mau berubah menjadi lebih baik dengan prinsip melingkar mekar. Perubahan dimulai dari diri sendiri kemudian melingkar mekar ke anggota keluarga lainnya hingga kami dapat berdampak kepada masyarakat luas. Di wahana ini pula peserta diminta untuk menemukan tantangan yang mungkin kelak akan ditemui selama proses menuntut ilmu bersama Ibu Profesional serta solusinya.
Wahana terakhir di pantai pulau cahaya adalah wahana diving dimana peserta diminta menyelami diri kembali untuk menemukan harmoni internalisasi diri selama bergabung di Ibu Profesional. Tahapan-tahapan belajar di Ibu Profesional pun mengantarkan kami pada misi dan visi keluarga yang kami perjuangkan. Kami menemukan bahwa keluarga kami memiliki misi berjuang dalam ranah pendidikan anak untuk membangun generasi pejuang islam serta berjuang untuk meningkatkan ekonomi ummat.
Setelah melewati keempat wahana di pantai pulau cahaya, akhirnya kami keluar dari pantai dengan bahagia menuju petualangan selanjutnya di bentang pulau cahaya. Semoga apa yang kami bangun dan perjuangkan di wahana sebelumnya, dimudahkan oleh Allah untuk kami mewujudkannya.


Komentar
Posting Komentar